Terlebih lagi dengan efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat yang menggerus pendapatan hotel dan restoran yang ada di Jakarta. “Hasil survei kita memang turun sampai 20 hingga 30% untuk semester 1 saja” sebutnya.
Ke depan Ia berharap pemerintah pusat juga mendengarkan mengenai keluhan bisnis hotel dan restoran yang ada di Jakarta. Apabila masih tetap ingin melakukan efiiensipun, pemerintah diharapkan bisa memberikan insentif pengganti yang bisa membuat bisnis hotel dan restoran kembali bergairah.
Selain insentif pajak, menurut Iwantono pemerintah juga bisa turut campur tangan di industri ini dengan menggencarkan promosi pariwisata di Indonesia untuk menarik baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Jadi artinya kalau pendapatan dari pemerintah turun tentunya kan juga harus bisnis dari non pemerintah diperlukan juga upaya-upaya mendorong [datangnya wisatawan domestik dan mancanegara]” kata Iwantono.
Beberapa insentif yang menurut Iwantono bisa dilakukan oleh pemerintah misalnya promosi-promosi pariwisata dan juga pemberian diskon khusus untuk perhotelan.
(ell)





























