Logo Bloomberg Technoz

Merger TBIG & MTEL Dikabarkan Bakal Hasilkan Valuasi Rp90 T

Artha Adventy
11 July 2025 09:00

Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dua emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Miratel dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk menghidupkan kembali wacana merger yang gagal terealisasi hampir satu dekade lalu.

Dilansir dari Bloomberg, sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan ini mengatakan jika kedua perusahaan telah memulai diskusi awal dan tengah berkonsultasi dengan calon penasihat keuangan guna mengevaluasi potensi sinergi dari aksi korporasi ini. Jika terwujud, entitas gabungan diperkirakan memiliki valuasi mencapai Rp90 triliun.

Mitratel dan TBIG merupakan dua pemain terbesar di industri menara telekomunikasi nasional yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kapitalisasi pasar keduanya saat ini masing-masing berada di kisaran Rp45 triliun dan Rp45,8 triliun, dengan saham Mitratel tercatat turun sekitar 17% sejak awal tahun dan TBIG terkoreksi 4%.


Mitratel saat ini mengelola lebih dari 39.400 menara telekomunikasi di seluruh Indonesia, menjadikannya penyedia menara independen terbesar di Asia Tenggara. Sekitar 72% saham MTEL dikuasai oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, sementara pemerintah memegang kendali atas Telkom melalui entitas dana kekayaan negara, Danantara.

Sementara itu, Tower Bersama memiliki lebih dari 23.000 situs telekomunikasi dan telah tercatat di BEI sejak 2010. Perusahaan ini mayoritas dimiliki oleh Bersama Digital Infrastructure Asia Pte, platform investasi milik Provident Capital dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Macquarie Group juga tercatat sebagai pemegang saham minoritas dengan investasi sekitar US$610 juta pada 2022.