Logo Bloomberg Technoz

Meski potensi sinergi dinilai besar, pembahasan merger saat ini masih berada pada tahap awal. Sumber menyebut belum ada kepastian mengenai kepastian kesepakatan, mengingat proses due diligence dan penilaian strategis yang masih berlangsung.

Pihak Telkom Indonesia memilih tidak berkomentar terkait kabar tersebut, sementara Mitratel, Tower Bersama, dan Danantara belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan.

Adapun dalam beberapa tahun terakhir, industri telekomunikasi nasional memang diwarnai aksi merger skala besar. Di antaranya penggabungan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dengan nilai transaksi US$6,5 miliar, serta merger antara CK Hutchison dan Ooredoo yang melahirkan PT Indosat senilai US$6 miliar pada 2022 lalu.

Wacana Ambil Alih 49% Saham MTEL 2014-2015

Dalam kurun waktu 2014-2015 lalu, saham MTEL sempat ditawarkan induknya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ke TBIG. Saat itu TLKM berencana melakukan pertukaran saham dengan TBIG, di mana Telkom melepas 49% kepemilikan sahamnya di Mitratel dan menerima sebanyak 290 juta saham baru TBIG. Jumlah saham tersebut setara dengan sekitar 5,7% dari total modal TBIG setelah aksi penerbitan saham baru.

Setelah transaksi awal tersebut, pengendalian operasional dan konsolidasi laporan keuangan Mitratel akan berada di bawah manajemen TBIG. Selanjutnya, Telkom memiliki hak opsi untuk menukar sisa 51% sahamnya di Mitratel dalam waktu dua tahun, yang akan dikonversi menjadi tambahan 472,5 juta saham baru TBIG. Jika opsi ini dijalankan secara penuh, Telkom berpotensi menjadi pemegang 13,7% saham TBIG setelah seluruh saham baru diterbitkan.

(dhf)

No more pages