Logo Bloomberg Technoz

Mereka menolak untuk memberikan rincian tentang tim atau jumlah orang yang terkena dampak. Namun, rencana reorganisasi sebelumnya menyerukan untuk menurunkan jabatan kantor pengawas demokrasi dan hak asasi manusia dan menutup kantor yang bertanggung jawab atas isu-isu perempuan, keamanan kesehatan global, serta keragaman dan inklusi.

Langkah ini dilakukan saat Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berada di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk bertemu dengan rekan-rekannya dari Asia dalam berbagai isu, termasuk perdagangan dan keamanan. Rubio berbicara pada hari Kamis dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tentang upaya pemerintah untuk menengahi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS,dan Presiden AS Donald Trump dalam rapat 8 Juli 2025. (Aaron Schwartz/CNP/Bloomberg)

Rencana Departemen Luar Negeri AS telah ditunda sambil menunggu penyelesaian gugatan hukum atas kewenangan pemerintahan Trump untuk melakukan PHK massal para pekerja federal. Namun Mahkamah Agung memutuskan bahwa Trump dapat melanjutkan rencana tersebut, mencabut perintah pengadilan yang telah memblokir lebih departemen dan lembaga federal - termasuk Departemen Luar Negeri - untuk memangkas jumlah pegawai mereka.

American Foreign Service Association, sebuah serikat pekerja dan organisasi profesional bagi para petugas dinas luar negeri, “dengan tegas menentang perubahan sepihak Departemen Luar Negeri AS terhadap prosedur pengurangan tenaga kerja di Departemen Luar Negeri,” menurut sebuah pernyataan sebelum pengumuman tersebut.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa perubahan “secara serius melemahkan kemampuan Amerika untuk menjalankan kebijakan luar negeri pada salah satu momen geopolitik paling kritis dalam ingatan baru-baru ini.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce mengatakan kepada para wartawan hari Kamis bahwa reorganisasi tersebut, yang diumumkan Rubio pada bulan April, “akan memastikan bahwa mereka bergerak dengan kecepatan yang relevan dan mengembalikan departemen tersebut ke akarnya, yaitu demokrasi yang digerakkan oleh hasil.”

Presiden Donald Trump menjabat dengan tujuan untuk membentuk kembali pemerintah federal, menargetkan apa yang dia dan sekutunya sebut sebagai birokrat “deep state” yang memusuhi agendanya. Depertemen Efisiensi (DOTE) yang sebelumnya dipimpin oleh miliarder Elon Musk telah berupaya memangkas pekerjaan federal, termasuk melalui rencana pengunduran diri yang ditangguhkan yang memberikan pembayaran kepada para pekerja yang meninggalkan agensi mereka secara sukarela.

Departemen Luar Negeri telah berhasil mengatasi pembubaran Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), yang diledek oleh Musk sebagai lembaga yang korup dan tidak dapat dibubarkan. Rubio, yang ditunjuk Trump sebagai pelaksana tugas administrator USAID, pada bulan Maret mengarahkan pembatalan 83% proyek-proyek badan tersebut dan penyerapan sisanya ke dalam Departemen Luar Negeri. Badan ini secara resmi ditutup awal bulan ini.

(bbn)

No more pages