Departemen Luar Negeri AS Mulai PHK Diplomat Pasca Putusan MA
News
11 July 2025 08:30

Courtney McBride—Bloomberg News
Bloomberg, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana untuk memberhentikan beberapa diplomat dan pegawai lainnya yang berbasis di AS, setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa pemerintahan Trump dapat melanjutkan rencana untuk memangkas jumlah tenaga kerja federal.
Keputusan tersebut, yang dirinci dalam sebuah memo dari Wakil Menteri Luar Negeri Michael Rigas, tidak menyebutkan jumlah staf Departemen Luar Negeri yang akan diberhentikan. Namun sebelumnya lembaga ini sempat mengatakan kepada Kongres bahwa mereka berencana untuk memangkas sekitar 2.700, atau 15%, dari 18.000 tenaga kerja yang berbasis di AS melalui kombinasi pengunduran diri dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Tujuannya sejak awal sudah jelas: memfokuskan sumber daya pada prioritas kebijakan dan menghilangkan fungsi-fungsi yang berlebihan,” kata Rigas dalam memo tersebut.
Para pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, yang memberikan penjelasan kepada para wartawan dengan syarat tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa reorganisasi ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah kantor-kantor era Perang Dingin yang menurut mereka tidak sesuai dengan kebijakan luar negeri “America First” Presiden Donald Trump. Mereka mengatakan bahwa reorganisasi ini akan mengkonsolidasikan sumber daya manusia, keuangan, dan akuntansi yang berlebihan.
































