Kedua ada Kiwoom Sekuritas Indonesia. Analis Miftahul Khaer menilai saham BBRI bahkan overweight. Di atas industri secara keseluruhan yang memiliki posisi netral.
Dalam 12 bulan ke depan, Kiwoom memberikan target harga saham BBRI di Rp 4.720. Jadi ada potensi keuntungan 25,2% dari posisi saat ini.
“Outstanding kredit BBRI adalah Rp 1.425 triliun pada kuartal I-2025, tumbuh 2,2% dari kuartal sebelumnya dan 3,9% secara tahunan. Mengindikasikan ekspansi kredit yang berdaya tahan di tengah ketidakpastian pasar,” tegas riset Kiwoom.
Sedangkan total aset ada di Rp 2.089 triliun per akhir kuartal I-2025. Naik 5,3% secara kuartalan dan 5,5% secara tahunan. Pertumbuhan aset ditopang oleh solidnya pendanaan berbiaya murah (low-cost funding) seperti simpanan dan current account.
Pada kuartal I-2025, rasio dana murah (Current Account-Saving Account/CASA) BBRI mencapai 65,8%. Adapun rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) stabil di 3%, menunjukkan kualitas aset yang terjaga di tengah tantangan eksternal.
Konsensus Bloomberg
Berdasarkan konsensus Bloomberg yang melibatkan 37 analis, 32 di antaranya (86,49%) menyematkan rekomendasi beli (buy) terhadap saham BBRI. Sedangkan ada 5 yang memberi rekomendasi tahan (hold) dan hanya 1 yang menyarankan jual (sell).
Konsensus pasar juga menghasilkan target harga saham BBRI dalam 12 bulan ke depan adalah Rp 4.696,31. Saat ini harga saham BBRI ada di Rp 3.680. Artinya ada potensi kenaikan 27,6%.
(red)





























