Trump juga mengatakan bahwa ia berniat mengenakan bea masuk hingga 50% untuk impor tembaga sebagai bagian dari serangkaian tarif sektoral yang akan datang.
Trump juga mengindikasikan bahwa produsen farmasi mungkin akan diberi waktu setidaknya satu tahun sebelum diterapkannya tarif memberatkan sebesar 200% atas produk mereka yang dibuat di luar negeri.
Sementara dari dalam negeri, pasar akan mencermati laporan Survei Penjualan Ritel bulan Mei yang diperkirakan terkontraksi dibanding April namun sedikit membaik dalam hitungan pertumbuhan tahunan. Adapun proyeksi penjualan ritel bulan Juni (angka awal) diperkirakan kembali melemah sebelum nanti mengalami kebangkitan pada Juli dan Agustus.
Spekulasi BI Rate
Pada perdagangan Selasa kemarin, rupiah yang tertekan sepanjang hari berhasil membalik posisi di ujung perdagangan dengan penguatan tipis 0,14% di level Rp16.208/US$, setelah sempat terperosok hingga menjadi mata uang terlemah di Asia saat menyentuh Rp16.275/US$.
Penguatan rupiah terjadi ketika pelaku pasar domestik tampak lebih percaya diri di tengah respons pemodal regional yang juga cenderung tak terlalu hirau dengan isu tarif.
IHSG mengurangi pelemahan dan akhirnya ditutup menguat tipis 0,05%. Begitu juga harga surat utang negara yang merangkak naik terutama tenor pendek.
Gelar lelang sukuk negara (SBSN) kemarin mendapatkan sambutan hangat dari pasar dengan kenaikan incoming bids ke level rekor yaitu sebesar Rp40,83 triliun. Kementerian Keuangan akhirnya memutuskan menjual surat utang melampaui target indikatif yaitu mencapai Rp12 triliun.
"Kami mengamati adanya upaya intervensi proaktif dari Kemenkeu dalam lelang sukuk," kata Lionel Priyadi, Fixed Income and Market Strategist Mega Capital dalam catatannya.
Investor banyak meminati tenor pendek dalam lelang sukuk kemarin, sama halnya dengan tren yang terjadi di pasar sekunder. Kemungkinan sebagai bagian dari strategi defensif menghadapi ketidakpastian yang masih besar akibat isu tarif Trump.
"Kelihatannya pasar berekspektasi Bank Indonesia akan memangkas bunga acuan BI rate sebesar 25 bps ke 5,25% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lesu," kata Lionel.
Resiliensi pasar surat utang negara pada Selasa kemarin, menurut analis, tidak hanya didorong oleh intervensi BI di pasar nilai tukar saja, tetapi juga dipicu oleh ekspektasi investor terhadap peluang BI kembali memangkas suku bunga di bulan Juli.
"Investor berspekulasi pemangkasan BI rate di bulan Juli akan terjadi demi mencegah perlambatan pertumbuhan GDP lebih lanjut akibat efek kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang lebih buruk dari dugaan, apalagi eskalasi perang dagang semakin berpotensi meningkat setelah Trump mengumumkan kebijakan tarif sectoral tembagan dan farmasi," kata Lionel.
Dalam pernyataan terakhir dalam rapat kerja pembahasan Asumsi Dasar Ekonomi dalam RAPBN 2026, pada pekan lalu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral berpeluang kembali menurunkan suku bunga acuan, BI-rate, pada tahun ini. Hal tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kami telah menurunkan suku bunga BI-rate Januari dan Mei ke 5,5% dan kami juga masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga BI rate ke depan dengan inflasi yang rendah," kata Perry.
Perry menekankan, Bank Indonesia akan bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. "BI akan mengambil kebijakan-kebijakan moneter yang tidak hanya menjaga stabilitas tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry.
Analisis teknikal
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi kembali melemah dengan target pelemahan menuju level Rp16.250/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp16.300/US$.
Apabila kembali break kedua support tersebut, rupiah berpotensi melemah lebih lanjut menuju level Rp16.310/US$ hingga Rp16.350/US$ sebagai support terkuat.
Jika nilai rupiah terjadi penguatan hari ini, resistance menarik dicermati ada di kisaran Rp16.180/US$ dan selanjutnya Rp16.150/US$ hingga Rp16.100/US$ potensial.
(rui)




























