Logo Bloomberg Technoz

Katanya Surplus Tapi Harga Beras di Papua Rp54 Ribu/Kg

Sultan Ibnu Affan
07 July 2025 10:50

Ilustrasi stok beras. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Ilustrasi stok beras. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan pengamat menilai surplus beras di Indonesia semu, di saat anomali tidak terhindarkan ketika pangan utama tersebut justru menyumbang inflasi. 

Pemerintah, setidaknya mengklaim stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka. Namun di saat bersamaan, pada Juni lalu, BPS menyebut inflasi year-on-year (yoy) sebesar 1,87% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,27 dan angka inflasi month-on-month (mom) sebesar 0,19%. Beras menjadi komoditas dominan yang menyumbangkan adanya inflasi (0,04%), disusul oleh cabai rawit dan bawang merah.

"Merupakan sebuah anomali. Terlebih lagi, inflasi yoy tertinggi sebesar 3,00% berada di Papua Selatan, tempat di mana proyek food estate tengah dikembangkan," ungkap Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, Senin (7/7/2025).


Celios menyebut rata-rata harga beras berbagai kualitas di Indonesia Timur (Zona 3, yang meliputi Maluku dan Papua) sebesar Rp19.634/kg pada pekan pertama Juni. Harga ini, kata dia, jauh melebihi HET Zona 3 yang sudah ditetapkan sebesar Rp13.500-15.800/kg. 

"Harga tertinggi di zona ini adalah Kabupaten Intan Jaya Rp54.772/kg, Kabupaten Puncak Rp45.000/kg, dan Kabupaten Pegunungan Bintang Rp40.000/kg pada medio Juni 2025," ujarnya.