Logo Bloomberg Technoz

Kecaman Presiden Donald Trump atas tarif “Liberation Day” pada bulan April ditanggapi pemerintahan Vietnam dengan lobi agar pungutan tarif yang lebih rendah. Dalam perjalanan, permintaan Vietnam telah disanggupi AS.

Dengan demikian Vietnam tetap mempertahankan perannya sebagai pusat produksi utama untuk beberapa merek terbesar di dunia, yang telah mendorong ambisinya untuk mencapai status negara berpenghasilan menengah dalam dua dekade mendatang.

Sektor manufaktur merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Vietnam dengan lonjakan sebesar 10,1% di semester pertama, sementara ekspor naik 14,4% dan menghasilkan surplus perdagangan sebesar $7,63 miliar pada periode yang sama.

Kontribusi GDP Vietnam yang nyaris 8% di kuartal II 2025. (Bloomberg)

Ekspansi yang lebih cepat merupakan kabar baik bagi pemerintah setempat dengan ambisi mengejar pertumbuhan setidaknya 8% di 2025. Bahkan Vietnam menetapkan target kenaikan dua digit di masa depan.

Perdana Menteri Pham Minh Chinh telah memerintahkan kementerian dan pemerintah daerah untuk mengambil langkah serius guna mendorong perekonomian. Cara yang menurutnya “terus menghadapi keterbatasan, kesulitan, dan tantangan yang signifikan.”

Masih ada ketidakpastian mengenai tarif Trump dan dampaknya terhadap permintaan barang-barang Vietnam. Sementara tarif 46% yang semula diancamkan telah diturunkan menjadi 20%, AS juga telah menetapkan tarif 40% untuk barang-barang yang dikirim melalui negara Asia Tenggara ini.

Data ekonomi terbaru Vietnam:

  • Ekspor naik 16,3% di bulan Juni secara yoy. Impor naik 20,2%. 
  • Surplus perdagangan di bulan Juni US$2,83 miliar.
  • Inflasi berbasis Consumer Price Index  (CPI) naik 3,57% di bulan Juni secara yoy. Target inflasi dibatasi pada level 4,5% sepanjang 2025.
  • Investasi asing secara langsung (FDI) yang dijanjikan melonjak 32,6% yoy. FDI yang telah didistribusi naik 8,1% di semester I-2025.

(bbn)

No more pages