Namun, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa wilayah Voronezh mengalami serangan besar-besaran pada malam hari, dengan 34 drone berhasil ditembak jatuh. Media lokal melaporkan bahwa internet seluler sempat dimatikan di wilayah tersebut karena alasan keamanan, sebuah langkah yang belakangan ini menjadi hal rutin di sejumlah wilayah Rusia.
Serangan terhadap Borysoglebsk ini menyusul beberapa serangan sebelumnya ke pangkalan udara militer Rusia lainnya, yang oleh Kyiv dianggap sebagai target militer sah dalam invasi Rusia yang kini memasuki tahun keempat.
Pada bulan Juni, Ukraina juga menyerang beberapa lokasi strategis Rusia, termasuk pangkalan militer Belaya yang terletak jauh di Siberia timur, dengan drone. Pasukan Kyiv juga menargetkan pangkalan Borysoglebsk pada tahun 2024.
Ukraina dan Rusia terus melancarkan serangan drone (UAV) satu sama lain sepanjang malam. Moskow menyatakan 94 drone ditembak jatuh di 15 wilayah.
Ukraina melaporkan bahwa pasukan Kremlin meluncurkan sekitar 322 drone ke berbagai wilayah, dari Kharkiv di timur laut hingga Khmelnytskyi di barat laut. Menurut otoritas setempat, infrastruktur sipil turut menjadi sasarandi wilayah Kyiv, Kharkiv, dan Dnipropetrovsk, dengan sekitar selusin orang mengalami luka-luka.
(bbn)































