Mamdani lahir di Uganda dan telah tinggal di New York sejak tahun 1998 saat ia berusia 7 tahun. Ia dinaturalisasi sebagai warga negara AS pada tahun 2018. Jika terpilih nanti, Mamdani juga akan menjadi Muslim pertama yang menjabat sebagai Wali Kota New York. Tidak ada bukti kredibel bahwa Mamdani bukan atau seharusnya tidak menjadi warga negara AS.
Melalui media sosial, Mamdani mengatakan Trump baru saja mengancam akan menangkapnya, "bukan karena saya melanggar hukum apa pun, tetapi karena saya akan menolak membiarkan ICE meneror kota kita."
"Pernyataan Trump bukan sekadar serangan terhadap demokrasi kita, tetapi juga upaya untuk mengirim pesan kepada setiap warga New York yang menolak bersembunyi di balik bayang-bayang: jika Anda berbicara, mereka akan mengejar Anda," ucap Mamdani.
Ia melanjutkan, "kami tidak akan menerima intimidasi ini."
Ancaman itu merupakan serangan terbaru Trump untuk mempromosikan teori konspirasi yang tidak masuk akal tentang lawan-lawan politiknya. Ia menggunakan serangan serupa untuk menuduh Nikki Haley, rivalnya pada nominasi presiden dari Partai Republik tahun 2024, secara keliru menyebutnya tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden.
Kemudian pada tahun yang sama, ia juga mempertanyakan identitas Wakil Presiden Kamala Harris sebagai seorang perempuan kulit hitam.
Mamdani, anggota dewan negara bagian berusia 33 tahun dan sosialis demokrat, memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat sebagai calon Wali Kota New York pada Selasa.
Hasil perhitungan suara, yang belum final tetapi mencakup hampir seluruh suara yang akan dihitung dalam pemilihan, menunjukkan Mamdani mengalahkan Andrew Cuomo (Wali Kota New York 2011–2021) sebesar 56% berbanding 44% di babak final, kemenangan gemilang dan tak terpikirkan sebelumnya yang mengguncang politik nasional dan membawanya maju ke pemilihan umum November mendatang.
"Ini baru awal dari koalisi kami yang terus berkembang untuk menjadikan New York City terjangkau," tulis Mamdani di X, seperti diberitakan CNN, setelah hasilnya dipublikasikan. "Dan kita akan melakukannya bersama-sama."
(ros)
































