Sementara itu, pada hari yang sama, Perdana Menteri Bavaria Markus Soeder menyerukan pembelian hingga 2.000 rudal pencegat untuk memperkuat sistem pertahanan udara Jerman.
Ia menyebut bahwa Berlin perlu mengadopsi teknologi sistem rudal jarak pendek seperti "Iron Dome" buatan Israel, guna melindungi wilayahnya dari potensi serangan rudal atau drone.
Mengutip dari BBC, Iron Dome merupakan sistem pertahanan rudal paling terkenal milik Israel. Sistem ini dirancang untuk mencegat roket jarak pendek, peluru artileri, dan mortir dalam radius 4 hingga 70 kilometer dari lokasi peluncuran.
Di seluruh wilayah yang diduduki Israel, terdapat sejumlah baterai Iron Dome. Setiap baterai terdiri dari tiga hingga empat peluncur, dan masing-masing peluncur memuat hingga 20 rudal pencegat.
Sistem ini bekerja dengan mendeteksi dan melacak roket yang masuk melalui radar. Selanjutnya, Iron Dome menghitung lintasan roket dan menentukan mana yang berpotensi jatuh di area berpenduduk. Hanya roket-roket tersebut yang akan dihantam dengan rudal pencegat, sementara sisanya dibiarkan jatuh di area terbuka yang aman.
Militer Israel (IDF) sebelumnya mengklaim bahwa Iron Dome memiliki tingkat keberhasilan hingga 90% dalam menghancurkan roket yang menjadi targetnya. Setiap rudal pencegat "Tamir" yang digunakan dalam sistem ini diperkirakan berharga sekitar US$50.000 per unit.
Jerman adalah salah satu sekutu terdekat Israel di Eropa. Seiring dengan meningkatnya kemampuan militer dan kontribusinya terhadap NATO dalam menghadapi ancaman yang dirasakan dari Rusia dan China, Berlin nampaknya semakin berupaya memanfaatkan keahlian pertahanan Israel.
(prc/wep)
































