Logo Bloomberg Technoz

Wawancara ini disiarkan tak lama setelah putaran pembicaraan terbaru antara negosiator perdagangan utama Jepang, Ryosei Akazawa, dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick. Akazawa terbang ke Washington untuk melakukan pertemuan langsung, meski dua diskusi lanjutan dilakukan melalui sambungan telepon.

Saham-saham terkait otomotif di indeks Topix sempat turun hingga 0,5% pada Senin (30/6/2025) pagi di Tokyo, sementara indeks utama justru naik 1%.

Tarif untuk sektor otomotif menjadi salah satu ganjalan utama dalam negosiasi, seiring fokus Washington pada defisit besar di sektor ini, sedangkan Tokyo berupaya melindungi sektor vital bagi perekonomiannya.

Akazawa berulang kali menyatakan bahwa tarif 25% yang diterapkan AS untuk mobil tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa industri otomotif Jepang telah berkontribusi besar pada perekonomian AS dengan investasi lebih dari 60 miliar dolar AS dan penciptaan 2,3 juta lapangan kerja lokal.

Akazawa tiba di Washington akhir pekan lalu untuk putaran ketujuh pembicaraan, dan memperpanjang masa tinggalnya dengan harapan dapat merampungkan kesepakatan menjelang tenggat 9 Juli untuk penerapan tarif “resiprokal” yang lebih tinggi. Jepang bersikeras agar tarif sektor otomotif dan sektor lainnya tetap masuk dalam paket pembahasan tarif tersebut.

Akazawa mengatakan akan memperhatikan tenggat waktu, namun tidak akan terlalu terpaku padanya karena Tokyo ingin menyelesaikan seluruh sengketa dagang dengan kesepakatan menyeluruh yang juga mencakup tarif sektor tertentu.

Pernyataan pemerintah Jepang pada akhir pekan menyebutkan bahwa Akazawa dan Lutnick telah mengadakan diskusi yang “bermanfaat” dan sepakat untuk terus mengejar kesepakatan yang saling menguntungkan. Namun, pernyataan itu tidak merinci isi pembahasan atau kemajuan apa pun yang dicapai.

Tarif 25% untuk mobil dan suku cadang dari Jepang sudah diberlakukan AS, bersamaan dengan tarif 50% untuk baja dan aluminium. Sementara itu, tarif menyeluruh yang saat ini 10% akan melonjak menjadi 24% jika tidak ada kesepakatan yang tercapai tepat waktu. Tanpa terobosan dalam negosiasi, ekonomi Jepang berisiko masuk ke resesi teknis setelah menyusut pada kuartal pertama.

Pernyataan Trump dalam wawancara itu tidak memberi kesan bahwa Jepang semakin dekat dengan kesepakatan atau memperoleh kelonggaran atas tarif resiprokal. Sebaliknya, Trump menegaskan bahwa AS bisa menetapkan ketentuan perdagangan dengan Jepang secara sepihak.

“Saya akan mengirim surat,” kata Trump dalam wawancara itu, merujuk pada rencananya memberi tahu mitra dagang bahwa AS akan menetapkan tarif secara sepihak. “Saya bisa kirim satu ke Jepang. ‘Yth. Tuan Jepang, begini ceritanya. Anda akan membayar tarif 25% untuk mobil Anda.’”

(bbn)

No more pages