Bahlil: CATL ‘Tak Masalah’ Jika Saham Proyek Dragon Dikuasai BUMN
Artha Adventy
29 June 2025 15:15

Bloomberg Technoz, Karawang – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan konsorsium CATL tidak keberatan untuk memberikan sebagian porsi sahamnya ke pemerintah di lini hilir proyek ekosistem baterai terintegrasi bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) alias Proyek Dragon.
Bahlil mengatakan kolaborasi antara konsorsium CATL—melalui Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL) — beserta IBC dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam mencakup investasi industri baterai dari hulu ke hilir.
Di tingkat hulu atau tambang nikel, kata Bahlil, porsi saham BUMN melalui Antam mendominasi sebesar 51%. Akan tetapi, di tingkat antara atau smelter berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) dan pabrik high pressure acid leach (HPAL), porsi saham BUMN hanya 30%—35%.
Sementara itu, di tingkat hilir alias lini pabrikan prekursor, katoda, hingga sel baterai; porsi saham BUMN hanya sebesar 30% atau minimalis dibandingkan dengan kepemilikan grup CATL.
“Saya sudah bicara dengan mereka [perwakilan CBL] untuk menaikkan kepemilikan saham negara lain, dan mereka pada prinsipnya tidak masalah,” ujar Bahlil dalam peresmian Proyek Dragon di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).





























