"Malaysia tetap menyuarakan sikap keras terhadap pelanggaran Israel atas Iran dan Palestina. Kami mendukung hak Iran untuk mempertahankan martabat, integritas, dan kedaulatan negaranya," tegas Anwar.
Kedua pemimpin menyepakati perlunya solidaritas negara-negara Asia Tenggara dalam menyuarakan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, serta mendorong upaya diplomasi kolektif demi meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Seperti yang diketahui, agresi Israel ke Gaza terjadi sejak Oktober 2023, setelah Hamas melancarkan serangan besar-besaran ke Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik sekitar 250 lainnya.
Israel kemudian melancarkan serangan besar ke Gaza, menewaskan puluhan ribu warga sipil. Menurut PBB, hingga paruh 2025, jumlah korban tewas Palestina sudah melampaui 54.200 jiwa. Beberapa upaya gencatan senjata melalui mediasi dilakukan oleh Mesir dan Qatar.
Sementara itu, konflik Israel dan Iran mulai memuncak pada 13 Juni 2025, ketika Israel melancarkan operasi udara besar (Operation Rising Lion) terhadap fasilitas nuklir dan militer di Iran, termasuk fasilitas di Natanz dan Esfahan, yang menewaskan sejumlah perwira tinggi Iran.
Iran kemudian membalas dengan menembakkan lebih dari 300 rudal balistik dan 1.000 drone ke wilayah Israel. Gencatan senjata melalui mediasi Amerika Serikat dicapai pada akhir Juni 2025 setelah konflik berlangsung selama sekitar 12 hari.
(art/ros)





























