Logo Bloomberg Technoz

Tantangan Kelola MBG: Cari Dana Banyak, Tak Boleh Disalahgunakan

Farid Nurhakim
23 June 2025 12:10

Potongan iklan MBG bergaya kartun diduga memakai teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteliigence. (Dok: Tangkapan layar IG @meutya_hafid)
Potongan iklan MBG bergaya kartun diduga memakai teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteliigence. (Dok: Tangkapan layar IG @meutya_hafid)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan menyebut ada tantangan terbesar terkait sistem tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yaitu mencari cara agar pihaknya bisa memperoleh pendanaan terbanyak untuk program tersebut serta tak bisa disalahgunakan.

Hal itu disampaikan dia dalam acara BGN Talks episode 4 berjudul “Membedah Sistem Tata Kelola Program MBG: Apakah Program Ini Tepat Sasaran?”, yang diunggah di kanal YouTube Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, dikutip Senin (23/06).

“Tantangan paling utama dalam kita melakukan, membuat sistem dan tata kelola itu adalah bagaimana memastikan seluruh proses pemberian makan itu memang benar-benar mendapat dana yang paling besar dan itu tidak boleh disalahgunakan,” tutur Tigor. 


Menurut dia, untuk mengatakannya memang mudah, tetapi membuatnya dalam sistem itu yang menjadi tantangan. Untuk diketahui, Program MBG ini memperoleh alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp71 triliun (T). 

Terkait anggaran tersebut, Tigor mengatakan sebanyak 80% dari total anggaran itu bakal dialokasikan ke dapur-dapur atau kurang lebih Rp60 T. Oleh karena itu dia menilai pejabat eselon I di BGN tak memiliki kekuatan (power) guna menyalahgunakan dananya.