Namun, SKK Migas tidak mengelaborasi produksi gas tersebut.
Dalam kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan produksi siap jual minyak 567.900 BOPD dan lifting gas 987.500 barel setara minyak per hari pada Mei 2025.
"Kita harapkan nanti dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral [Bahlil Lahadalia] dan SKK Migas akan menyampaikan moga-moga lifting minyak bisa naik menembus di atas 600.000 BOPD lagi," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita.
Hudi mengatakan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi migas nasional. Hal ini terlihat dari pelaksanaan program kegiatan sepanjang Januari hingga Mei 2025 yang meningkat dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Pengeboran Sumur
Lebih lanjut, Hudi mengatakan kegiatan pengeboran sumur pengembangan hingga Mei 2025 telah mencapai 337 sumur atau meningkat 20% dibandingkan dengan Mei 2024 yang sebanyak 281 sumur.
Untuk pekerjaan workover telah mencapai 422 sumur atau meningkat 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 394 sumur.
Sementara itu, aktivitas wellservice telah mencapai 17.140 kegiatan atau mencapai 12% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang sebanyak 15.301 kegiatan.
Hudi mengatakan saat ini tantangannya adalah bagaimana bisa menjaga produksi minyak tetap optimal dengan menekan tingkat penurunan (decline rate) dan mendorong penyelesaian proyek-proyek hulu migas.
“Kami bersyukur dengan tren produksi yang mulai naik. Hal ini berkat koordinasi yang tepat serta pelaksanaan program-program yang berdampak langsung pada optimalisasi produksi migas seperti pengeboran sumur pengembangan, well service dan workover. Hasilnya mulai Mei 2025 tren produksi minyak mulai naik," ujarnya.
Selain itu, Hudi menunjukkan proyek Forel dan Terubuk yang yang telah onstream bulan lalu diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto akan memberikan potensi tambahan produksi hingga 20.000 BOPD.
Ke depannya akan ada tambahan produksi minyak lagi dari lapangan Banyu Urip dengan potensi tambahan produksi mencapai 30.000 BOPD.
“Kami sedang fokus pada 2 hal untuk meningkatkan produksi dan lifting minyak yaitu merealisasikan program pemboran sumur pengembangan yang akan berkontribusi menahan laju decline rate agar produksi bisa dipertahankan sebaik mungkin. Berikutnya adalah menjaga agar target onstream 15 proyek hulu migas bisa dituntaskan sesuai jadwal”, imbuh Hudi.
“Secara teknis jika proyek-proyek bisa selesai dan produksi optimal, maka nanti kita akan memperoleh produksi dan lifting minyak yang di atas target ABPN, mudah-mudahan pada Agustus 2025 nanti kabar baik ini bisa terealisasi."
(dov/wdh)
































