Logo Bloomberg Technoz

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun tipis pada awal perdagangan Jumat setelah naik 0,9% sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, reaksi pasar terhadap konflik di Timur Tengah paling terasa di sektor energi. Sementara itu, nilai dolar AS terhadap sejumlah mata uang cenderung stabil pada Kamis, setelah memangkas kenaikan sebelumnya.

Sentimen pelaku pasar berubah lebih hati-hati setelah laporan Bloomberg menyebutkan bahwa pejabat tinggi AS sedang mempersiapkan opsi serangan ke Iran dalam beberapa hari mendatang. Ketegangan ini datang setelah bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini dan memperkirakan inflasi yang lebih tinggi.

Pada Kamis, Israel kembali menggempur beberapa fasilitas nuklir Iran dan memperingatkan bahwa serangan lanjutan bisa mengguncang kepemimpinan di Teheran. Kedua pihak kini menunggu keputusan Trump terkait dukungan militer AS.

Menurut Jennifer McKeown, Kepala Ekonom Global di Capital Economics Ltd, jika keterlibatan AS dalam perang Israel-Iran meningkat secara drastis, harga minyak mentah dunia bisa melonjak hingga US$130 hingga US$150 per barel, terutama jika Iran melakukan serangan balasan besar-besaran. Kenaikan harga ini dapat membuat bank sentral menunda rencana pelonggaran kebijakan moneter.

“Meski bank sentral mungkin menganggap ini dampak sementara, akan sangat berani jika ada bank sentral yang tetap memotong suku bunga dalam situasi seperti ini,” ujar McKeown kepada Bloomberg TV.

Menurut survei terhadap analis dan pelaku pasar, harga minyak Brent telah mencerminkan premi geopolitik sekitar US$8 per barel sejak Israel dan Iran mulai saling menyerang pekan lalu. Keterlibatan AS diyakini akan meningkatkan premi tersebut, namun besarnya kenaikan akan sangat tergantung pada bentuk partisipasi AS.

Sementara itu, di Thailand, nasib politik Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra masih belum pasti setelah seruan pengunduran diri dan protes jalanan meningkat menyusul bocornya rekaman percakapan yang berisi kritik terhadap militer.

Di Asia lainnya, sejumlah data penting akan dirilis Jumat ini, termasuk suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate) tenor 1 tahun dan 5 tahun di China, inflasi di Jepang, serta cadangan devisa di India. Pasar keuangan di Selandia Baru tutup. Kementerian Keuangan Jepang juga dijadwalkan menggelar konsultasi pasar pada Jumat guna membahas pengurangan penerbitan obligasi jangka super panjang, sebagai langkah untuk meredam gejolak pasar.

(bbn)

No more pages