Logo Bloomberg Technoz

"Langkah-langkah kontingensi dan langkah-langkah evakuasi bagi warga negara Indonesia mulai dilaksanakan," tegasnya dalam pernyataan kepada pers, Kamis (19/6/2025), di St. Petersburg, Rusia, yang menyoroti keselamatan ratusan WNI yang masih berada di Iran.

"Sampai saat ini, ada kurang lebih 380-an WNI yang berada di Iran, khususnya di Teheran. Saya kira mereka dalam posisi yang tidak baik, terancam serangan yang terus mengancam," imbuh Sugiono.

Siatuasi serangan Israel ke Iran di Teheran. (Tangkapan Layar video Bloomberg)

Menurut Judha, saat ini terdapat 386 WNI di Iran, di mana sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Kota Qom. Pihaknya juga sudah mendata jumlah WNI di sana yang ingin dievakuasi.

"Dapat kami sampaikan juga, total ada 386 warga negara kita yang ada di Iran. Kita sudah melakukan pendataan jumlah warga negara kita yang ingin ikut proses evakuasi. Kami jelaskan, proses evakuasi ini sifatnya voluntary, bukan mandatory," paparnya.

Tak lupa Judha mengimbau seluruh WNI yang berada di Iran dan Israel untuk terus waspada, memantau perkembangan situasi dari berbagai sumber tepercaya, dan tidak beraktivitas di luar rumah kecuali urusan yang krusial. WNI juga diminta segera menghubungi hotline KBRI jika terjadi kondisi darurat.

Kemlu juga menyarankan WNI yang berencana bepergian ke Iran, Israel, Suriah, Lebanon, dan Yaman untuk menunda perjalanan, mengingat seluruh perwakilan RI di kawasan tersebut telah menetapkan status siaga.

"Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan melewati wilayah Timur Tengah, agar selalu memeriksa jadwal penerbangan terakhir ke maskapai masing-masing, antisipasi adanya buka-tutup wilayah udara yang dapat mengganggu jadwal penerbangan," tandasnya

(ros)

No more pages