Logo Bloomberg Technoz

Eskalasi Perang, Kemlu RI Sebut 11 WNI di Israel Minta Dievakuasi

Rosmayanti
19 June 2025 20:30

Tim penyelamat Israel di sebuah gedung yang rusak akibat serangan rudal balistik Iran di Ramat Gan, Israel, Jumat (13/6/2025). (Kobi Wolf/Bloomberg)
Tim penyelamat Israel di sebuah gedung yang rusak akibat serangan rudal balistik Iran di Ramat Gan, Israel, Jumat (13/6/2025). (Kobi Wolf/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Judha Nugraha menyampaikan 11 dari total 194 WNI yang ada di Israel meminta untuk dievakuasi imbas memanasnya perang antara Israel dan Iran.

Karenanya, lanjut Judha, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan proses evakuasi ke-11 WNI yang mengajukan permohonan evakuasi ke Kedutaan Besar RI (KBRI) Amman di Yordania tersebut.

"Dengan eskalasi yang terjadi saat ini, kami menerima informasi ada 11 warga negara Indonesia di Israel yang meminta untuk dievakuasi. Untuk itu, KBRI Amman saat ini juga sedang melakukan langkah-langkah persiapan evakuasi," bebernya melalui keterangan video dari Kemlu RI, yang diterima Kamis (19/6/2025).


Judha mengungkap KBRI Amman juga sudah menyusun langkah-langkah kontingensi bagi para WNI di Israel. Di wilayah Israel dan Palestina, mereka telah menetapkan status Siaga 1 sejak tahun 2023. Sebelumnya, sejumlah WNI dari negara tersebut juga sudah dievakuasi.

Sebelumnya, Menlu Sugiono mengatakan pemerintah resmi menaikkan status kesiagaan di KBRI Teheran dari Level Siaga 2 ke Level Siaga 1, level tertinggi dalam protokol krisis luar negeri, seiring dengan memburuknya situasi keamanan akibat serangan Israel yang semakin intensif.