Dengan menyerang sistem kekebalan tubuh, HIV melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit HIV, terdapat berbagai pengobatan yang dapat memperlambat perkembangan penyakit dan memungkinkan penderita untuk menjalani kehidupan yang lebih normal dan sehat.
Ketika HIV berkembang menjadi tahap akhir, kondisi ini dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), di mana tubuh hampir tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi.
Penyebab HIV
Penyebab penyakit ini adalah virus HIV yang dapat menyebar dengan beberapa cara, yaitu:
• Hubungan seksual tanpa pelindung dengan orang yang terinfeksi.
• Penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi.
• Dari ibu ke anak selama kehamilan, saat melahirkan, atau melalui ASI.
• Transfusi darah yang terkontaminasi.
Gejala HIV
Gejala HIV dapat bervariasi dari orang ke orang dan mungkin tidak selalu langsung terlihat. Seperti yang telah disebutkan, gejala HIV muncul dalam tiga tahap:
1. Tahap Pertama (Serokonversi)
Pada tahap awal, gejala mirip dengan flu atau infeksi ringan lainnya. Ini termasuk:
• Demam ringan
• Sakit tenggorokan
• Ruam
• Kelelahan
• Pembengkakan kelenjar limfe
• Nyeri otot dan sendi
Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah terinfeksi dan bisa berlangsung selama beberapa minggu.
2. Tahap Kedua (Fase Asimptomatik atau Fase Klinis Laten)
Selama tahap ini, seseorang mungkin tidak mengalami gejala apa pun. Namun, virus tetap aktif dan terus merusak sistem kekebalan tubuh. Tahap ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
3. Tahap Ketiga (AIDS)
Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh telah sangat melemah, dan gejala yang lebih serius mulai muncul, termasuk:
• Demam yang berkepanjangan
• Berkeringat terutama di malam hari
• Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
• Kelelahan kronis
• Diare berkepanjangan
• Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
• Kondisi kulit seperti bintik-bintik ungu atau luka yang tidak sembuh
• Gangguan neurologis termasuk depresi, gangguan memori, dan keterlambatan mental
(dec/spt)






























