Logo Bloomberg Technoz

BI Ramal Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3% akibat Geopolitik-Tarif AS

Dovana Hasiana
18 June 2025 14:17

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia menilai ketidakpastian ekonomi global sedikit mereda, meskipun tetap tinggi akibat dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berbagai indikator menunjukkan tarif AS berdampak pada melambatnya ekonomi dunia.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pertumbuhan ekonomi di negara maju yaitu, AS, Eropa dan Jepang dalam tren menurun, di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran moneter di negara-negara tersebut.

Sementara itu, ekonomi China melambat akibat menurunnya ekspor, terutama ke AS, di tengah perlambatan permintaan domestik. Di sisi lain, India diperkirkan tumbuh baik, terutama karena kuatnya investasi.


"Dengan demikian prospek pertumbuhan ekonomi dunia tetap berada di level 3%," ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (18/6/2025).

Bank Indonesia menggelar pertemuan untuk dua hari ke depan, Rapat Dewan Gubernur, edisi Juni untuk merumuskan kebijakan moneter ke depan.