Kementerian PU sebelumnya juga melaporkan telah membangun tanggul pantai di Jakarta mencapai total panjang 14,75 km, yang terdiri dari enam tahap pekerjaan yang tersebar di kawasan Kalibaru, Kamal Muara, Muara Baru, Kali Ancol dan Dadap.
Kemudian, ada juga di wilayah pesisir Kabupaten Semarang hingga Demak Jawa Tengah. Tetapi, ini terhenti lantaran investor tidak didukung untuk membangun di wilayah lain.
"Dari PU kan fase per fase kan sudah kita kerjakan, Jakarta sudah kerjakan, Semarang-Demak sudah dikerjai, tapi beberapa hal juga masih belum smooth," tutur dia.
Dia juga memastikan pemerintah akan membuat konsep proyek ambisius ini agar lebih menarik investor, dengan berbagai tawaran yang kreatif.
"Jadi pemerintah sudah nggak ikut campur lagi. Semaksimalnya kalau bisa begitu [pendanaan penuh dari investor]. Tapi kan nggak semua proyek itu bisa di user charge."
Proyek giant sea wall sendiri saat ini dapat dibilang kembali diseriusi oleh pemerintah, seusai Presiden menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Ratas tersebut diketahui membahas rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di kawasan pesisir Utara Pulau Jawa, bersama dengan sejumlah kabinet menterinya.
"Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai kesiapan pembentukan tanggul laut (Giant Sea Wall) di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, Selasa," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya, belum lama ini.
Teddy mengatakan, ratas tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah menghadapi tantangan iklim dan naiknya permukaan laut.
Rencana tersebut, lanjut dia, juga diharapkan tidak hanya dapat melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan ketahanan lingkungan serta menyediakan sumber air bersih bagi daerah-daerah pesisir yang membutuhkan.
"Pembentukan tanggul ini diharapkan dapat mencegah air rob, meredam penurunan permukaan pantai, dan menjadi reservoir air bersih," tuturnya.
Belakangan, Kementerian PU juga tengah menyiapkan proses lelang pembangunan lanjutan tanggul laut Tahap 7 paket 1 tepatnya di kawasan Kali Ancol dan Kali Dadap sepanjang 100 meter, melalui anggaran negara, yang dilaksanakan secara single years contract (SYC) pada 2025. Status saat ini dalam persiapan lelang.
Pembangunan Tahap 7 dalam paket selanjutnya direncanakan sepanjang 850 meter di Kali Ancol, Muara Baru Barat dan Cilincing, dengan anggaran yang masih dalam tahap pengusulan dari sumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dilaksanakan secara multi years contract (MYC) 2026-2027.
- Dengan asistensi Dovana Hasiana
(ain)





























