Logo Bloomberg Technoz

Dengan latar belakang keluarganya sebagai putra imigran China yang bekerja di laboratorium senjata nuklir Los Alamos, kian memperkuat pandangannya bahwa teknologi canggih harus dikuasai untuk menjaga dominasi demokrasi global.

Di Washington, pandangan Wang mendapat tempat. Ia telah memberi pengarahan kepada anggota parlemen AS, hadir dalam sidang Capitol Hill, dan mengamankan kontrak strategis dengan Departemen Pertahanan AS. Kini, militer AS—termasuk Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Kantor AI Pentagon—terdaftar sebagai klien resmi Scale.

Namun, di balik kesuksesan, Scale AI juga menghadapi kritik tajam. Perusahaan dituding mengandalkan tenaga kerja murah dari negara berkembang, termasuk di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, dengan bayaran kurang dari US$1 dolar (Rp16.221 dengan kurs saat ini) per jam. Kelompok hak buruh menyebut praktik ini sebagai bentuk eksploitasi digital.

Meta Bajak Wang

Menurut laporan berbagai sumber dikutip Kamis (12/6/2025), Meta telah menunjuk Wang untuk bergabung dalam tim riset Superintelligent yang sedang mereka bentuk, sekaligus mempertimbangkan investasi miliaran dolar ke Scale AI. 

Selain Wang, Meta juga merekrut sejumlah peneliti senior dari OpenAI dan Google. Langkah ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran CEO Mark Zuckerberg terhadap ketertinggalan Meta dalam pengembangan AI. 

Untuk itu, Zuckerberg dilaporkan mengumpulkan langsung para ahli ke rumahnya di Lake Tahoe dan Palo Alto demi membentuk tim elite yang akan membawa Meta bersaing di garis terdepan pencapaian Artificial General Intelligence (AGI).

(prc/wep)

No more pages