Logo Bloomberg Technoz

Saham Grab turun sebanyak 1% dalam perdagangan pre-market. Saham Grab naik 41% sebelumnya dalam 12 bulan terakhir karena profitabilitas Grab yang membaik, namun kembali turun 50% sejak pencatatannya di New York melalui penggabungan dengan blank-check company pada akhir tahun 2021.

Grab, yang didukung oleh Uber Technologies Inc., telah mengadakan pembicaraan dengan GoTo selama bertahun-tahun. Namun, penggabungan tersebut tidak pernah terwujud, sebagian dikarenakan kekhawatiran antimonopoli yang mungkin timbul dari penggabungan dua perusahaan transportasi daring dan pengiriman makanan yang dominan di Asia Tenggara. 

Jawaban GoTo dan Grab saat diisukan bakal merger

Uber meninggalkan Asia Tenggara pada tahun 2018 dengan imbalan saham di Grab, dan pesaing yang lebih kecil belum menggerogoti pasar Grab dan GoTo secara signifikan di Indonesia dan Singapura.

Lembaga kekayaan negara Indonesia, Danantara telah mempertimbangkan peran dalam penggabungan tersebut, yang mungkin membantu meredakan kekhawatiran di pemerintah akibat penjualan perusahaan teknologi nasional tersebut, berdasarkan laporan Bloomberg News minggu lalu.

Pengemudi ojol Gojek dan Grab. (Bloomberg)

Namun dalam keterangan tertulisnya hari Senin yang diterima Bloomberg Technoz, Danantara membantah informasi yang menyatakan adanya keterlibatan mereka terkait rencana Grab membeli GOTO.

Potensi penjualan GoTo telah memicu kekhawatiran di kalangan politisi Indonesia tentang hilangnya independensi dan pekerjaan pengembang dan insinyur. Beberapa pihak juga menyatakan kekhawatiran bahwa harga layanan transportasi daring dan pengiriman makanan akan naik jika Grab menjadi dominan dalam ekonomi yang sulit dimana konsumen sedang menghadapi kesulitan.

Grab, selaku perusahaan angkutan daring dan pengiriman terbesar di Asia Tenggara, telah terkunci dalam persaingan ketat dengan GoTo selama hampir satu dekade di seluruh Asia Tenggara. Grab merupakan penyedia terkemuka di pasar dalam negeri dan negara-negara lain, termasuk Malaysia dan Thailand.

Meskipun persaingan usaha antar perusahaan tersebut membebani upaya untuk mencapai profitabilitas yang konsisten, mereka telah diuntungkan dari pertumbuhan pengguna di negara-negara berkembang. Transaksi sesuai permintaan – termasuk pengiriman makanan – tumbuh 19% dalam periode dua bulan April dan Mei, dibandingkan tahun sebelumnya, tulis Grab dalam rilis pada hari Senin.

GoTo telah menarik diri dari negara-negara berkembang lain seperti Thailand dan Vietnam setelah upaya pemotongan biaya yang ketat, tetapi tetap menjadi pemain yang tangguh di Indonesia yang merupakan pasar terbesar di kawasan tersebut. Mengakuisisi GoTo akan memberi Grab posisi yang lebih kuat di negara yang berpenduduk lebih dari 275 juta jiwa tersebut.

“Kami akan terus mempertahankan tingkat rintangan yang tinggi saat menggunakan modal kami, dan akan memiliki pendekatan yang seimbang untuk berinvestasi demi pertumbuhan organik yang menguntungkan, dan sangat selektif terhadap peluang anorganik, sejalan dengan kerangka alokasi modal kami,” kata Grab dalam pernyataannya.

(bbn)

No more pages