Logo Bloomberg Technoz

Belum lagi, lanjut dia,  perusahaan importir di Indonesia juga tidak bisa begitu saja mengimpor. Mereka harus mengurus perizinan dan pengurusan impor, yang juga turut berkontribusi terhadap lagging waktu tersebut.

"Selain itu, realisasi impor pada April biasanya didasarkan pada asumsi demand pasar 2-3 bulan sebelumnya (Jan-Feb), di mana demand pasar domestik maupun internasional dirasa masih cukup baik dan menjanjikan," kata dia.  

"Sehingga, perusahaan lebih confident untuk melakukan akuisisi bahan baku/penolong dan barang modal."

Bersifat Produktif

Shinta juga menepis penilaian jika banjirnya produk barang impor asal China telah memberikan dampak negatif terhadap industri dalam negeri. 

Hal itu, kata dia, merupakan sebuah asumsi yang salah lantaran sebagain besar impor yang dilakukan oleh Indonesia adalah barang impor yang bersifat produktif, seperti bahan baku penolong dan barang modal seperti mesin, produk elektronika, hingga komponen kendaraan.

Apalagi, dalam beberapa tahun ke belakang, China juga memiliki investasi baru yang sebagian besar berada pada sektor industri manufaktur. 

Bahkan, sepanjang 2024 lalu, China menjadi negara terbesar kedua yang memasukkan investasinya ke Tanah Air, baik itu bersifat individu ataupun perusahaan (foreign direct investment/FDI), setelah Singapura yang menempati posisi pertama.

"Data BPS [Badan Pusat Statistik] juga menunjukkan bahwa impor yang melonjak dari China pada April adalah kategori barang modal & bahan baku/penolong. Jadi kami asumsikan bahwa peningkatan impor asal China di April lebih disebabkan oleh kondisi-kondisi tersebut, bukan karena dampak tarif Trump, tuturnya.

BPS sebelumnya melaporkan nilai impor nonmigas Indonesia dari China sebesar US$7,07 miliar sepanjang April 2025, meningkat 53,71% (yoy) dan 12,18% secara bulanan (mtm).

Berdasarkan peranannya terhadap total impor nonmigas Januari-April 2025, kontribusi tertinggi masih didominasi China sebesar 39,48% dengan nilai mencapai sebesar US$25,77 miliar.

Sepanjang periode itu, tiga komoditas impor nonmigas terbesar dari China adalah mesin dan peralatan mekanis US$5,81 miliar (22,53%); mesin dan perlengkapan elektrik US$5,37 miliar (20,84%); dan kendaraan dan bagiannya US$1,41 miliar (5,46%).

(ain)

No more pages