Logo Bloomberg Technoz

Apindo Nilai Wajar RI Banjir Impor China: Ada Demand Domestik

Sultan Ibnu Affan
05 June 2025 12:30

Ilustrasi Perdagangan Ekspor Impor di Pelabuhan. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Perdagangan Ekspor Impor di Pelabuhan. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menilai produk barang impor China yang kembali membanjiri pasar Indonesia lebih disebabkan karena adanya asumsi permintaan pasar domestik, sebagai bahan pendukung perusahaan Negeri Tirai Bambu di dalam negeri.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sangkalan jika membanjirnya impor China itu disebabkan oleh adanya transhipment atau peralihan pasar negara eksportir dari adanya kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) sejak awal April lalu.

"Penilaian awal kami, lonjakan impor asal China yang terjadi pada April lebih dikontribusikan oleh asumsi demand pasar domestik yang dirasa masih relatif stabil pada waktu impor dilakukan," ujar Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani saat dihubungi, kemarin.


Shinta mengatakan, apalagi, kebijakan proteksionisme yang dilakukan oleh AS kepada China, seperti besi, baja, hingga produk kimia tersebut baru diberlakukan pada akhir Maret hingga April.

Pun demikian, jika China mengalihkan perdagangan karna kebijakan tersebut, maka ia menilai seharusnya belum akan dirasakan oleh Indonesia. Hal itu karena realisasi impor perlu waktu (lagging) setidaknya selama 2 hingga 3 bulan sejak perusahaan mengajukan impor.