Logo Bloomberg Technoz

Pasar langsung menaikkan taruhan pasca rilis data tersebut dengan memborong US Treasury, surat utang AS. Yield UST-10Y terpangkas hingga 10 basis poin, sedangkan tenor 2Y turun 8 basis poin. Hal itu mencerminkan ekspektasi penurunan bunga acuan yang membesar. 

Sentimen peningkatan ekspektasi pengguntingan suku bunga The Fed akan menguntungkan aset emerging market. Indeks dolar AS yang melemah, memberi ruang penguatan pada mata uang lawannya, tak terkecuali rupiah di pasar mancanegara.

Kemarin rupiah Non Deliverable Forward (NDF) ditutup menguat 0,27% di Rp16.316/US$ pada closing bell bursa New York. Pagi ini, pergerakannya masih stabil di Rp16.310/US$. Level tersebut masih cukup berjarak dengan posisi penutupan pasar spot kemarin di Rp16.290/US$.

Dinamika di pasar offshore seringkali mempengaruhi pergerakan rupiah spot. Kemarin, rupiah spot ditutup stagnan setelah sepanjang perdagangan jadi yang terlemah di Asia, ketika mata uang di kawasan sejatinya menguat.

Hari ini juga merupakan hari perdagangan terakhir di bursa domestik, karena esok bursa modal ditutup merayakan Hari Raya Idul Adha. Bursa baru akan dibuka lagi pada 10 Juni atau Selasa pekan depan.

Kedatangan libur panjang mungkin akan berdampak pada sikap investor yang cenderung menahan diri dan menghindari risiko dengan profit taking dahulu.

Di bursa saham, hal itu terlihat dari pergerakan pemodal asing yang sudah tiga hari ini mencatat net sell beruntun. Dalam tiga hari perdagangan pekan ini, asing membukukan net sell US$ 244,1 juta, sekitar Rp3,97 triliun week-to-date.

Sisa pekan ini, pasar menunggu rilis data ketenagakerjaan AS, NonFarm Payroll (NFP) juga tingkat pengangguran.

Konsensus pasar sejauh ini memperkirakan penambahan lapangan kerja, yang tecermin dari angka NFP, pada Mei lalu hanya akan sebesar 126.000 pekerjaan, lebih rendah ketimbang April sebanyak 177.000 pekerjaan. Sementara tingkat pengangguran diprediksi stagnan di 4,2%. 

Pasar juga akan mencermati rilis kinerja perdagangan AS di mana neraca dagang negeri ini diperkirakan mencatat defisit sebesar US$ 66 miliar pada April, menyempit dari defisit sebesar US$ 140,5 miliar pada bulan sebelumnya.

Analisis teknikal

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi menguat terbatas menuju resistance terdekat pada level Rp16.250/US$ dan resistance selanjutnya pada level Rp16.200/US$ sebagai level optimis penguatan rupiah jangka pendek dalam time frame daily.

Adapun nilai rupiah sudah berada di dekat level support pada level Rp16.310/US$ di mana ini mengonfirmasi laju pelemahan rupiah sudah mulai tertahan, usai mencermati perdagangan sebelumnya, dan berpotensi rebound.

Apabila tertembus, rupiah memiliki level support selanjutnya pada level Rp16.350/US$ dan Rp16.400/US$.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Kamis 5 Juni 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

(rui)

No more pages