Logo Bloomberg Technoz

Hal ini terjadi karena kondisi ekonomi makro yang diyakini makin stabil, seperti kurs rupiah yang stabil, penurunan suku bunga ke level 5,5% oleh Bank Indonesia, dan penurunan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum dan bank perekonomian rakyat (BPR) sebesar 25 basispoin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Di sisi lain, Dian mengatakan program pemerintah seperti 3 Juta Rumah sebenarnya berupaya untuk meningkatkan permintaan di masyarakat. Bila pengadaan rumah dan industri pendukungnya bisa berkembang secara masif, maka akan mendorong pemberian kredit yang lebih besar kepada masyarakat.

Selain itu, Dian menilai perlambatan kredit bukan terjadi karena likuiditas yang ketat karena rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) masih berada dalam level 80%, atau tepatnya 87,99% per April 2025. 

Sebagai informasi, kondisi LDR yang tinggi menunjukkan kondisi likuiditas suatu bank makin ketat. Sebaliknya, jika LDR tercatat dalam level yang rendah, maka singkatnya likuiditas suatu bank berada pada kondisi yang makin longgar.

"Masih ada ruang sebetulnya untuk pengembangan kredit lebih lanjut dan kayanya sih kalau likuiditas bukan masalah artinya bahwa dari aspek likuiditas ada, artinya sekarang bagaimana permintaan itu kemudian bisa meningkat di sektor-sektor tertentu," ujarnya.

(lav)

No more pages