Dalam pernyataannya, Departemen Kepolisian Boulder mengatakan delapan orang yang terluka akibat serangan tersebut, yang berusia antara 52 hingga 88 tahun, dibawa ke rumah sakit setempat.
Gubernur Colorado Jared Polis, dari Partai Demokrat, mengatakan para korban "diserang secara brutal saat sedang melakukan pawai damai untuk menarik perhatian pada nasib para sandera yang telah ditahan oleh Hamas di Gaza selama 604 hari."
Kelompok Run for Their Lives-Boulder telah mengadakan demonstrasi rutin sejak tahun 2023 sebagai tanggapan atas serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
Polis mengatakan "tanpa diduga" komunitas Yahudi mengalami serangan lain, kurang dari dua pekan setelah dua anggota staf Kedutaan Besar Israel terbunuh di luar Museum Yahudi di Washington, D.C. Penegak hukum menuturkan tersangka serangan itu meneriakkan "Bebaskan Palestina" saat ditahan polisi.
Melalui serangkaian unggahan di X, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan serangan itu "ditujukan terhadap orang-orang yang cinta damai yang ingin mengekspresikan solidaritas mereka terhadap para sandera yang ditahan Hamas," seraya menambahkan ia percaya AS akan mengadili pelaku dan melakukan segala hal untuk mencegah serangan serupa di masa depan.
Jaksa Agung Colorado Phil Weiser mengatakan serangan di Boulder pada Minggu "tampaknya merupakan kejahatan kebencian mengingat kelompok yang menjadi sasaran." Weiser, cucu dari para penyintas Holocaust, menambahkan pihaknya siap membantu jaksa setempat untuk mengajukan tuntutan.
Serangan itu juga bisa mengintensifkan dorongan imigrasi Gedung Putih untuk melakukan deportasi lebih cepat. Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih untuk kebijakan, mengatakan tersangka telah tinggal melewati masa berlaku visanya, dan menulis dalam unggahan di X bahwa "keamanan imigrasi adalah keamanan nasional."
(bbn)






























