Peluang ini hadir karena AS akan segera memasuki pemilu paruh waktu (midterm election), terang dia dilansir dari Decrypt, Senin (2/6/2025). “Narasi itu [pemerintah federal ngontot akan penerapan tarif ] harus bergeser,” jelas dia di Las Vegas.
Saat Trump meninggalkan kebijakan tarif yang mengguncang pasar selama tiga bulan terakhir akan membantu Partai Republik di kotak suara pada tahun 2026.
Hayes menyinggung bagaimana stimulus fiskal oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendorong peningkatan arus modal di pasar karena suntikan dana likuiditas murah. Hal ini didukung oleh peluang bahwa perusahaan-perusahaan yang disponsori pemerintah diizinkan untuk go public dan meningkatkan modal lagi.
Pada gilirannya calon kebijakan Trump akan memacu pertumbuhan ekonomi dan mendukung aset-aset berisiko. Selain itu, diskusi seputar apa yang disebut rasio leverage tambahan (SLR), pengecualian untuk Treasury AS berdampak bullish, tegas Hayes.
Kepercayaan diri serupa disampaikan Gert van Lagen, seorang analis pasar dengan menyampaikan bakal ada potensi “gelombang ledakan”. Dirinya bahkan menyampaikan Bitcoin bakal mengalami akselerasi sekitar US$325.000 sebelum 5 Juli.
Pada kesempatan terpisah, Rachael Lucas, analis kripto di BTC Markets menyampaikan adanya potensi “titik pivot”, berdampak pada momentum bullish yang lebih pelan, tampak dari indikator RSI dan MACD.
“Walapun demikian, prospek jangka panjang masih optimis, ada keyakinan yang berkembang di antara para analis dan pelaku pasar bahwa kita mungkin berada di tahap new super cycle,” ungkap dia dilansir dari The Block, Senin.
Meski begitu, pendapat lain muncul bahwa Bitcoin justru akan mengalami tekanan bulan ini efek dari aksi ambil untung atau profit taking, distribusi besar dari penambang, resistensi teknikal hingga ketidakpastian makro, seperti disampaikan Fyqieh Fachrur dari Tokocrypto.
BlackRock Inc pemilik produk investasi ETF, iShares Bitcoin Trust, mencatat arus masuk bulanan terbesar yang pernah ada di bulan Mei, karena mata uang kripto asli ini naik ke rekor sekaligus disebut-sebut oleh lebih banyak pendukungnya sebagai penyimpan nilai alternatif.
Dana bersih yang masuk lebih dari US$6,35 miliar selama sebulan, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg - terbesar sejak debutnya pada Januari 2024. Lonjakan tersebut meningkatkan total aset yang dikelola menjadi lebih dari US$71 miliar, menggarisbawahi meningkatnya minat institusional terhadap Bitcoin di tengah gejolak pasar global.
“Lonjakan permintaan tampaknya datang terutama dari investor institusi yang mencari eksposur teregulasi ke Bitcoin di tengah ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran inflasi,” kata Kirill Kretov, pakar perdagangan di CoinPanel. “Khususnya, sebagian dari permintaan ini bersifat internal karena Strategic Income Opportunities Portfolio BlackRock, reksa dana pendapatan tetap yang terdiversifikasi, telah meningkatkan kepemilikannya atas IBIT.”
(prc/wep)




























