Pemangkasan tersebut direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari, bertepatan dengan awal siklus anggaran baru.
Dalam pengarahan publik kepada para diplomat PBB bulan ini, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan bahwa ia tengah mempertimbangkan perombakan besar-besaran, termasuk penggabungan beberapa departemen utama dan pergeseran sumber daya ke berbagai wilayah dunia. Ia menyatakan PBB mungkin akan mengkonsolidasikan sejumlah badan, memangkas yang lain, memindahkan staf ke kota-kota dengan biaya lebih rendah, menghapus tumpang tindih, serta merampingkan birokrasi.
“Ini adalah masa yang penuh risiko, tapi juga peluang besar dan kewajiban moral,” ujar Guterres pada 12 Mei lalu.
“Jangan salah paham: keputusan yang tidak nyaman dan sulit akan datang. Akan lebih mudah—dan bahkan menggoda—untuk mengabaikannya atau menundanya. Tapi jalan itu akan berakhir buntu.”
Kegagalan AS membayar iurannya juga menyebabkan krisis likuiditas di tubuh PBB, yang diperparah oleh kebiasaan China yang kerap membayar iuran secara terlambat. Kedua negara ini menyumbang lebih dari 40% dana operasional PBB.
Di sisi lain, pemerintahan Trump telah menarik ratusan juta dolar dana diskresi, memaksa penghentian mendadak puluhan program kemanusiaan yang, menurut pejabat PBB, akan mengancam nyawa. Usulan anggaran AS untuk tahun mendatang—yang masih menunggu persetujuan Kongres—juga memangkas atau menghapus pendanaan untuk sejumlah program PBB, termasuk misi penjaga perdamaian.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar terkait rencana pemangkasan PBB, namun menyatakan bahwa studi yang diperintahkan Trump akan selesai pada awal Agustus. “Pendanaan untuk PBB dan organisasi internasional lain saat ini sedang ditinjau,” katanya.
Pada April lalu, Tom Fletcher, Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, memberi tahu para staf bahwa pemotongan dana AS akan memaksa lembaganya memangkas 20% pegawai untuk menutup kekurangan dana sebesar US$58 juta.
Richard Gowan, Direktur Urusan PBB di International Crisis Group, mengatakan belum jelas apakah pemangkasan ini akan mempengaruhi sikap pemerintahan Trump.
“Para diplomat menduga Guterres berharap dengan menunjukkan bahwa ia bersedia memangkas anggaran, maka pemerintah AS akan melunak dan tidak jadi menghentikan seluruh pendanaan untuk PBB,” kata Gowan. “Itu mungkin saja. Tapi bisa juga pemerintah AS hanya menerima pemangkasan ini tanpa memberikan konsesi apa pun.”
(del)






























