Logo Bloomberg Technoz

2. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, seorang pengusaha pemilik Perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hartanya menguap 2% mencapai US$ 555 juta (Rp 9,04 triliun) menjadi US$ 27,3 miliar atau setara dengan Rp 444,93 triliun.

Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources. Foto: Ahmad Zamroni/Forbes Indonesia

Imbas kekayaannya menguap mencapai triliunan rupiah, Low Tuck Kwong harus berpuas diri menempati urutan 74 orang terkaya di dunia hingga turun kelas jadi peringkat 2 orang terkaya di Indonesia disusul oleh Prajogo Pangestu.

3. Budi Hartono

Grup Djarum menjadi sumber kekayaan Hartono bersaudara mengumpulkan pundi-pundi harta pendapatan. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke-101 berdasarkan data Bloomberg.

Budi Hartono (Rumahinovasi.net/diolah)

Posisi itu tercapai meskipun kekayaannya menguap US$ 967 juta (Rp 15,75 triliun) di sepanjang tahun 2025 menjadi US$ 21,6 miliar, yang sama dengan Rp 352,03 triliun.

4. Michael Hartono

Kekayaan Michael Hartono memang tidak sebesar saudaranya, Budi Hartono. Nilainya masih terbilang fantastis mencapai US$ 20,1 miliar, atau setara Rp 327,58 triliun dengan keberhasilan menjemput posisi orang terkaya di Indonesia posisi ke-4.

Michael Hartono. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Namun memang, kekayaan sepadan itu menempatkan Michael Hartono di urutan 109 orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index akhir Mei 2025.

5. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto merupakan pendiri Royal Golden Eagle, sebuah konglomerat manufaktur global yang memiliki aset lebih dari US$ 35 miliar, berdasarkan data Bloomberg.

Sukanto Tanoto (Dok. Tanoto Foundation/Diolah)

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis dari banyak negara, Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat ke-144 orang terkaya dunia, meskipun kekayaannya menguap 21,7% mencapai US$ 4,4 miliar (Rp 71,71 triliun) hingga berada di angka kekayaan US$ 16 miliar, atau setara Rp 260,76 triliun.

6. Anthoni Salim

Pemilik Grup Indofood, Perusahaan produsen makanan dan minuman ternama di Indonesia, Anthoni Salim masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke-6.

Presiden Direktur dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur, Anthoni Salim. (Yuriko Nakao/Bloomberg)

Siapa sangka nilai kekayaannya berhasil mencapai US$ 14,4 miliar, atau setara dengan Rp 234,68 triliun hingga menempatkannya di posisi 170 orang terkaya di seluruh belahan dunia.

Yang juga jadi perhatian, kekayaannya di sepanjang tahun berhasil ada di tren positif dengan kenaikan 12% mencapai US$ 1,6 miliar (Rp 26,07 triliun).

7. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri, seorang Pengusaha Indonesia yang disebut-sebut sebagai ‘Bill Gates-nya Indonesia’ salah satu pendiri sekaligus direktur utama DCI Indonesia (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri IndoInternet (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia.

Otto Toto Sugiri (Dok. Wikipedia/CC0 Diolah)

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan, Otto Toto Sugiri berhasil menempati peringkat ke-469 orang terkaya di dunia, dengan keberhasilan mencatat kekayaan yang melesat signifikan 255,4% mencapai US$ 5,1 miliar (Rp 83,11 triliun) hingga ada di angka kekayaan US$ 7,1 miliar (Rp 115,71 triliun).

8. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia memiliki kekayaan US$ 7,1 miliar yang sama dengan mencapai Rp 115,71 triliun dengan kurs acuan Bank Indonesia (BI) yaitu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di posisi Rp16.300/US$ tertanggal 28 Mei 2025.

Presiden Komisaris PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Sri Prakash Lohia. (Tangkapan Layar via Laporan Tahunan 2013 PT. Indo-Rama Synthetics Tbk)

Harta dan jumlah kekayaan ini menempatkan Sri Prakash Lohia sebagai orang terkaya dunia urutan ke-474.

Grup Indorama adalah sumber pundi–pundi kekayaan pria kelahiran India berusia 73 tahun tersebut. Sebuah Perusahaan yang memproduksi pupuk, sarung tangan medis, dan benang. Indorama Ventures, afiliasi Perusahaan yang diperdagangkan secara publik di Bangkok, memproduksi barang berbahan polyester.

(fad/wdh)

No more pages