Logo Bloomberg Technoz

Adapun, RUPST turut mengangkat Syed Bilal Kazmi sebagai direksi perseroan yang baru menggantikan direksi sebelumnya Ritesh Kumar Singh yang mengundurkan diri. Sementara itu, kursi Direktur Utama ISAT tetap dipegang Vikram Sinha. Jabatan itu dipegang Vikram sejak 2022 lalu.

Dewan Direksi Perseroan:

1. Vikram Sinha sebagai Direktur Utama;

2. Lee Chi Hung sebagai Direktur;

3. Muhammad Buldansyah sebagai Direktur;

4.  Irsyad Sahroni sebagai Direktur;

5.  Ahmad Zulfikar sebagai Direktur;

6.  Cheung Kwok Tung sebagai Direktur; dan

7.  Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur.

Dewan Komisaris Perseroan:

1.  Nezar Patria sebagai Komisaris Utama;

2.  Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo sebagai Wakil Komisaris Utama;

3.  Fok Kin Ning, Canning sebagai Wakil Komisaris Utama;

4.  Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai Komisaris;

5.  Rene Heinz Werner sebagai Komisaris;

6.  Woo Chiu Man, Cliff sebagai Komisaris;

7.  Cheung Kwan Hoi sebagai Komisaris;

8.  Efthymios Tsokanis sebagai Komisaris;

9.  Sugito Walujo sebagai Komisaris;

10.  Achmad Syah Reza sebagai Komisaris;

11.  Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen;

12.  Wijayanto sebagai Komisaris Independen;

13.  Hernando sebagai Komisaris Independen;

14.  Rudiantara sebagai Komisaris Independen; dan

15.  Ajay Bahri sebagai Komisaris Independen.

Ajukan Tambahan 8 KBLI Baru

Perusahaan menyampaikan perluasan investasi ke sektor keamanan dan pengawasan (security & surveillance) sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Buldansyah, Direktur sekaligus Chief Business Officer ISAT.

Untuk diketahui, emiten telekomunikasi tersebut telah mengajukan penambahan kegiatan usaha baru berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) pada layanan telekomunikasi khusus untuk keperluan pertahanan dan keamanan (KBLI 61993).

Sejalan dengan hal tersebut, Buldansyah menegaskan Indosat telah menerapkan berbagai protokol keamanan, khususnya di sektor pertambangan. Selain itu, solusi pengawasan dari Indosat juga telah digunakan di sejumlah stadion, kawasan industri, dan gedung-gedung strategis lainnya.

Adapun terkait kekhawatiran akan perlindungan data pribadi dalam sistem pengawasan, Indosat menyatakan bahwa seluruh layanan yang ditawarkan telah dirancang sesuai dengan prinsip dan regulasi perlindungan data.

"Penambahan [klasifikasi] KBLI kami lakukan karena kami memiliki kapabilitas untuk menyediakan layanan yang dapat meningkatkan nilai perusahaan di bidang pengawasan, khususnya untuk aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan," tutur Buldansyah.

"Kami selalu tunduk dan patuh pada hukum dan aturan yang berlaku, termasuk dalam hal perlindungan data pribadi yang menjadi aspek penting dalam setiap produk dan layanan kami," jelasnya.

Mengutip dari keterbukaan informasi, delapan kegiatan usaha baru yang diusulkan bertujuan memperluas pangsa pasar dan sumber pendapatan hingga meningkatkan nilai tambah melalui integrasi layanan digital dan telekomunikasi.

Berikut delapan kegiatan usaha baru serta kode KBLI-nya:

  1. 61993 - Kegiatan Telekomunikasi Khusus untuk Keperluan
    Pertahanan dan Keamanan : Menyediakan platform Surveillance Hub b
    APH untuk melakukan kueri informasi yang relevan berdasarkan undang-undang yang berlaku seperti: data diri, mobilitas, sejara komunikasi, dll, untuk kebutuhan penyelidik dan penyidikan kasus.
  2. 73100 - Periklanan : Menyediakan periklanan tertarget ke pengguna
    IOH melalui kanal-kanal periklanan seperti SMS, Whatsapp, Google RCS, META Ads, Google Ads, dan kanal-kanal SDA lainnya.
  3. 73201 - Penelitian Pasar : Menyediakan hasil olahan data agregat
    Perseroan dalam bentuk laporan pdf/dataset/akses melalui cloud/platform untuk membantu pelanggan melakukan berbagai pengambilan keputusan bisnis seperti perencanaan event, ekspansi cabang bisnis, dll.
  4. 61994 - Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi : Kebutuhan pelanggan dengan SLA tinggi dibutuhkan diversity link menggunakan internet dari provider lain dan kebutuhan multi-site untuk dijual kembali kepada pelanggan.
  5. 61912 - Layanan Konten SMS Premium : Menyediakan pembayaran layanan konten digital seperti artikel, video, atau musik, serta layanan SMS berbayar untuk informasi atau hiburan seperti pembayaran paket berlangganan Spotify, Youtube Premium, Google, dan pembelian item game Mobile Legend & Free Fire.
  6. 62015 -  Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial : Produk IoT seperti Smart Building, Smart Manufacturing, dan Smart Mobility (Nextfleet).
  7. 62024 - Kegiatan Konsultasi dan Desain Internet of Things (IoT) : Produk IoT seperti Smart Building, Smart Manufacturing, dan Smart Mobility (Nextfleet).
  8. 66413 - Penyelenggara Penunjang Sistem Pembayaran :   Membantu pelanggan untuk connect ke berbagai payment gateway agar end user dari pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan berbagai source of fund. 

(prc/naw)

No more pages