Logo Bloomberg Technoz

eElon Musk juga menjelaskan kebocoran menyebabkan hilangnya tekanan tangki utama saat lepas landas dan saat masuk kembali. Meski demikian, ia menekankan banyaknya data penting yang berhasil dikumpulkan untuk dianalisis lebih lanjut. 

Elon Musk juga mengungkapkan tiga peluncuran uji Starship berikutnya bisa dilakukan dalam interval tiga hingga empat minggu ke depan.

Starship —roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat— dikembangkan SpaceX untuk misi ambisius, mulai dari pengiriman muatan besar hingga membawa manusia ke planet Bulan dan Mars. 

Roket ini terdiri dari dua tahap: Super Heavy sebagai booster dan wahana antariksa setinggi 52 meter yang disebut Starship (atau Ship), keduanya dirancang untuk digunakan kembali sepenuhnya dan cepat. Masing-masing ditenagai oleh mesin Raptor buatan SpaceX — 33 mesin pada Super Heavy dan enam pada Starship.

Flight 9 diluncurkan dari fasilitas Starbase SpaceX di Texas pada pukul 06.37 waktu setempat. Peluncuran ini menjadi yang pertama menggunakan kembali booster Super Heavy, yang sebelumnya digunakan pada Flight 7. Dari 33 mesin Raptor, 29 di antaranya telah terbang sebelumnya.

Namun, meski menjadi uji coba penting, tahap pertama Super Heavy gagal melakukan pendaratan. Booster pecah sekitar 6 menit 20 detik setelah lepas landas, saat memulai fase pembakaran pendaratan di Teluk Meksiko. 

SpaceX sebelumnya memang memilih untuk tidak mencoba menangkap booster menggunakan lengan menara peluncuran, seperti yang dilakukan sukses pada Flight 7 dan Flight 8, demi menghindari risiko kerusakan.

Di sisi lain, tahap kedua (Ship) berhasil mencapai luar angkasa melalui lintasan suborbital ke arah timur melintasi Samudra Atlantik, sama seperti lintasan yang ditempuh pada dua penerbangan sebelumnya. 

Namun, masalah kembali muncul. Sekitar 18,5 menit setelah peluncuran, Ship gagal membuka pintu muatan secara sempurna, sehingga SpaceX membatalkan upaya penyebaran delapan satelit tiruan Starlink. Jika ini berhasil maka momen ini bisa menjadi tonggak baru program Starship.

Tak lama kemudian, sekitar 30 menit setelah peluncuran, Ship mulai kehilangan kendali dan terguling. Hal ini disebabkan oleh kebocoran pada sistem tangki bahan bakar yang digunakan untuk pengendalian sikap. Akibatnya, SpaceX tidak dapat melakukan uji coba penyalaan ulang mesin Raptor di luar angkasa yang dijadwalkan terjadi pada menit ke-38.

Ship diperkirakan akhirnya hancur saat memasuki kembali atmosfer di atas Samudra Hindia, dan tidak memberikan data pendaratan yang diharapkan. Namun, uji coba ini juga mencakup sejumlah eksperimen penting lainnya, seperti pengujian bahan ubin pelindung panas dan sistem pendingin aktif, serta pengumpulan data tekanan pada area-area rentan wahana.

Meskipun kembali gagal mencapai misi penuh, SpaceX tetap menyatakan komitmennya untuk terus menguji dan menyempurnakan Starship. "Kami mencoba sesuatu yang sangat sulit," ujar Dan Huot dari tim komunikasi SpaceX dalam siaran langsung peluncuran, mengutip dari The Space, Rabu. "Tidak akan ada garis lurus menuju keberhasilan. Tapi melihat pesawat itu berhasil mencapai luar angkasa hari ini adalah pencapaian luar biasa."

Manajer teknik manufaktur SpaceX, Jessie Anderson, menegaskan bahwa kegagalan seperti ini merupakan bagian dari pendekatan khas SpaceX. "Kami akan belajar, berinovasi, dan mengulang terus hingga menemukan jawabannya," katanya.

Dengan tiga peluncuran uji coba berikutnya yang direncanakan dalam waktu dekat, SpaceX tampaknya tidak memperlambat  mengejar ambisinya untuk menjadikan Starship kendaraan peluncuran generasi berikutnya untuk Bumi, Bulan, dan Mars/

(prc/wep)

No more pages