Logo Bloomberg Technoz

BYD Digugat Kasus Perbudakan dan Perdagangan Orang di Brasil

News
28 May 2025 12:15

Ilustrasi perusahaan produsen kendaraan listrik BYD asal China. (Bloomberg)
Ilustrasi perusahaan produsen kendaraan listrik BYD asal China. (Bloomberg)

Bloomberg News - Leonardo Lara

Jaksa ketenagakerjaan Brasil menggugat produsen kendaraan listrik asal China, BYD Co., dan dua kontraktor atas tuduhan perbudakan dan perdagangan manusia. 

Dugaan perbudakan terjadi di lokasi konstruksi pabrik manufaktur. Gugatan tersebut menjelaskan kondisi yang "merendahkan" di fasilitas di Bahia yang dikelola oleh BYD, China JinJiang Construction Brazil, dan Tonghe Equipamentos Inteligentes do Brasil Co. — yang saat ini bernama Tecmonta Equipamentos Inteligentes Brasil Co.


Gugatan juga seputar dugaan penyimpangan visa yang digunakan untuk membawa para pekerja ke Brasil dan penyitaan paspor mereka. Jaksa penuntut mengatakan bahwa pada bulan Desember, 220 pekerja Tiongkok ditemukan dalam situasi yang "mirip perbudakan" dan menggambarkan mereka sebagai korban perdagangan manusia internasional.

Mereka telah mengajukan gugatan yang meminta ganti rugi lebih dari 257 juta real (US$46 juta) setelah perusahaan-perusahaan tersebut menolak menandatangani perjanjian penyesuaian perilaku, kata mereka.