Penyesuaian harga yang dilakukan BYD mencakup pemangkasan harga model Seagull menjadi 55.800 yuan atau sekitar US$7.780, turun 20% dari harga sebelumnya. Model ini merupakan yang termurah dari BYD dan dikenal luas karena harganya yang berada di bawah US$10.000.
Sementara itu, model sedan hybrid Seal dengan dua motor mengalami pemangkasan harga paling besar, yakni 34% atau sekitar 53.000 yuan, menjadi 102.800 yuan.
Dalam beberapa bulan terakhir, BYD mencoba untuk menjual stok model lama, yang salah satunya tak memiliki fitur asistensi pengendara terbaru. DI bulan Februari yang lalu, produsen mobil tersebut mengumumkan bahwa fitur asistensi pengendara akan ditambakan secara gratis. Peralihan strategi ini tidak berjalan mulus dan justru semakin menekan kondisi keuangan diler-diler BYD yang sudah kesulitan.
"Sejumlah diskon memang sudah berlaku sejak April, namun pengumuman resmi ini menjadi sinyal kuat bahwa kondisi pasar ritel saat ini sangat menantang," tulis analis Morgan Stanley, Tim Hsiao dalam risetnya.
Langkah BYD ini diperkirakan memicu respons dari produsen lain yang juga akan menurunkan harga jual, yang berpotensi memperburuk margin keuntungan yang sudah tipis. Tekanan harga ini menambah beban keuangan para pelaku industri dan mendorong konsolidasi di sektor otomotif
“Kami memperkirakan produsen lain akan mengikuti langkah BYD,” tulis analis Citi Research. Mereka mencatat bahwa Chongqing Changan Automobile Co. memberikan diskon tunai sebesar 25.000 yuan untuk model Deepal S07 akhir pekan lalu, sedangkan Zhejiang Leapmotor Technologies Ltd. menyesuaikan harga untuk model SUV ukuran sedang C11 dan SUV crossover besar C16.
Citi memperkirakan, setelah pengumuman diskon akhir pekan tersebut, lalu lintas konsumen ke diler BYD meningkat 30% hingga 40% dibandingkan pekan sebelumnya.
Jika lonjakan kunjungan ini berubah menjadi penjualan, volume penjualan BYD pada Mei berpeluang tetap naik. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini mencatatkan penjualan bulanan tertinggi sepanjang 2025 pada April lalu — sinyal bahwa mereka masih berada di jalur untuk memenuhi target tahunan 5,5 juta unit.
BYD juga terus memperluas penetrasi pasar di luar negeri. Pada April lalu, BYD untuk pertama kalinya mencatatkan penjualan EV yang lebih tinggi dibanding Tesla Inc. di Eropa, menyalip merek asal Amerika Serikat yang selama ini dominan di kawasan tersebut.
Berkat rantai pasok terintegrasi secara vertikal — mulai dari produksi baterai hingga semikonduktor — serta skala besar di dalam negeri, BYD mampu menekan biaya produksi dan meminimalkan dampak dari perang harga terhadap kinerja keuangan mereka.
Margin kotor BYD pada kuartal I-2025 tercatat sekitar 20%, lebih tinggi dari Tesla yang berada di kisaran 16%. Bahkan, laba bersih BYD sepanjang kuartal tersebut mencapai 9,15 miliar yuan, melampaui Tesla dalam indikator keuangan penting lainnya.
(bbn)






























