Logo Bloomberg Technoz

Soal Ekspor Listrik EBT, Bahlil Masih Kaji Tawaran Singapura

Mis Fransiska Dewi
26 May 2025 21:30

Pembangkit Listrik Tenaga Surya(PLTS) Terapung Cirata di Purwakarta, Kamis (9/11/2023). (Rosa Panggabean/Bloomberg)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya(PLTS) Terapung Cirata di Purwakarta, Kamis (9/11/2023). (Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih mengkaji kemungkinan ekspor listrik bersih ke Singapura setelah Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN periode 2025 - 2034 disahkan hari ini. 

Bahlil meminta pemerintah Singapura untuk memberikan proposal yang saling menguntungkan jika ingin tetap melanjutkan program impor listrik bersih dari Indonesia.

“Masa karena mentang-mentang kita punya SDA terus dia mau [impor listrik dari RI]. Sementara bagian dia punya kemampuan lebih tidak mau kasih ke kita,” kata Bahlil dalam seremoni pengesahan RUPTL PLN di Kementerian ESDM, Senin (26/5/2025).


“Atau dia seolah-olah bisa intervensi negara kita. Enggak bisa dong, negara sudah berubah. Kedaulatan negara di atas segalanya,” tuturnya.

Kendati demikian, Bahlil menegaskan, kementeriannya tetap ingin menjalin hubungan baik dengan pemerintah Singapura terkait dengan kebijakan energi saat ini.