Sementara itu, beras SPHP, atau beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, mencatatkan harga rata-rata nasional sebesar Rp12.579 per kilogram atau lebih tinggi 0,78% dari HET nasional sebesar Rp12.500 per kilogram.
Harga minyak goreng curah secara nasional mencapai Rp17.772 per liter atau lebih tinggi 13,2% dibandingkan dengan HET minyakita yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Harga gula konsumsi mencatatkan rata-rata nasional sebesar Rp18.528 per kilogram atau lebih tinggi 5,87% dibandingkan HAP nasional yang berada di angka Rp17.500 per kilogram.
Untuk harga aneka bawang, harga bawang merah secara nasional berada di angka Rp38.480 per kilogram atau lebih rendah 7,28% dari HAP nasional yang berada di rentang Rp36.500 hingga Rp41.500 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang putih bonggol tercatat sebesar Rp41.836 per kilogram atau lebih tinggi 4,59% dibandingkan HAP nasional di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, aneka protein masih mencatatkan harga di bawah harga acuan seperti harga daging ayam ras secara nasional berada di angka Rp35.017 per kilogram atau lebih rendah 12,46% dibandingkan HAP nasional sebesar Rp40.000 per kilogram.
Telur ayam ras mencatatkan rata-rata nasional sebesar Rp29.006 per kilogram atau lebih rendah 3,31% dari HAP nasional yang ditetapkan Rp30.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi murni secara nasional berada di angka Rp135.274 per kilogram atau lebih rendah 3,38% ketimbang HAP nasional sebesar Rp140.000 per kilogram.
(ell)




























