Selain melelang 504 sumur tersebut, lelang juga akan dibuka sebanyak 800 sumur untuk 2027 dan 1.200 sumur untuk 2028.
Ariana menyampaikan secara total, terdapat 4.200 sumur berasal dari wilayah kerja (WK) garapan Pertamina, sementara sekitar 300 sumur berasal dari portofolio kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) swasta.
"Ada 1.700 sumur yang akan dikerjakan sendiri oleh Pertamina, kemudian ada 2.500 sumur idle yang akan dikerjakan oleh Pertamina dengan kontrak kerja sama," ujarnya.
Kementerian ESDM memperkirakan potensi tambahan produksi siap jual atau lifting minyak dari reaktivasi sekitar 4.200 sumur tidak beroperasi ini mencapai 12.000 barel per hari (bph) dalam kurun 1 tahun.
“Ada sekitar 500 sumur yang akan dilelang Pertamina dalam tahun ini sampai tahun depan,” ujar Ariana.
Sebelumnya, Kementerian ESDM mengatakan lifting minyak nasional baru mencapai 580.000 bph awal tahun ini, dari target APBN 2025 sebanyak 605.000 bph.
(mfd/wdh)




























