Adapun Counterpoint memproyeksikan pada tahun 2025, kendaraan listrik akan mencakup lebih dari 13% dari total penjualan kendaraan penumpang di Asia Tenggara. Pertumbuhan tahunan industri ini diperkirakan mencapai 41%.
Tren ini diperkirakan akan terus menguat dalam satu dekade ke depan. Pada 2035, diprediksi satu dari dua mobil baru yang terjual di Asia Tenggara adalah kendaraan listrik, seiring dengan meningkatnya penetrasi teknologi, dukungan kebijakan pemerintah, serta kesadaran konsumen terhadap mobilitas berkelanjutan.
Kawasan Asia Tenggara pun kian menarik bagi investasi produsen EV global, termasuk dalam hal produksi baterai, infrastruktur pengisian daya, serta ekosistem teknologi pendukung.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengungkapkan penjualan kendaraan listrik roda empat meroket signifikan hingga 200% pada 2024. Total mobil listrik yang terjual pada 2024 mencapai 40.000 unit.
Jika dibandingkan 2023, penjualan mobil listrik di 2024 meningkat drastis. Pasalnya pada 2023 penjualan mobil listrik baru hanya sebanyak 13.000 unit.
"Juga dengan roda empat yang disampaikan bahwa hampir peningkatan volume mobil listrik itu hampir 200%. Sebelumnya 13.000 unit 2023, 2024 itu hampir 40.000 mobil listrik yang baru keluar, jadi itu signifikan," kata Toto dalam rapat bersama Komisi XII, Senin (17/2/2025).
(wep)






























