Logo Bloomberg Technoz

Bos Nvidia Desak AS Longgarkan Ekspor Teknologi AI ke China

News
21 May 2025 15:00

Jensen Huang, Co-founder dan CEO Nvidia bersama Presiden AS Donald Trump. (Ken Cedeno/UPI/Bloomberg)
Jensen Huang, Co-founder dan CEO Nvidia bersama Presiden AS Donald Trump. (Ken Cedeno/UPI/Bloomberg)

Jane Lanhee Lee dan Vlad Savov - Bloomberg News

Bloomberg, CEO Nvidia Corp, Jensen Huang, menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melonggarkan pembatasan ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) ke China, jika tak ingin kehilangan potensi pendapatan miliaran dolar kepada pesaing baru seperti Huawei Technologies Co.

Huang menggaungkan peringatan dari sejumlah pihak di Washington yang menilai perlu adanya percepatan pengembangan teknologi AI asal AS dengan cara mengurangi hambatan ekspor, yang selama ini dimaksudkan untuk membendung kebangkitan rival geopolitik. Menurut Huang, pasar China sendiri akan menyumbang peluang senilai US$50 miliar pada 2026. “Jika penyedia teknologi asal Amerika seperti Nvidia tidak diperbolehkan masuk, maka pelanggan di sana akan mengalihkan pengeluaran mereka ke pihak lain,” katanya kepada wartawan di ajang Computex di Taipei.


Pelonggaran pembatasan ini akan berdampak langsung terhadap Nvidia, perusahaan yang kini menjadi pusat dari ledakan infrastruktur AI global. Pandangan Huang sejalan dengan penasihat AI Gedung Putih, David Sacks, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem teknologi AI dunia di atas fondasi teknologi asal Amerika Serikat — dari perangkat keras hingga layanan berbasis keahlian AS. Pemerintahan Trump telah mencabut sejumlah pembatasan pengiriman cip Nvidia ke banyak wilayah dunia, meski saat ini pejabat terkait tengah menyusun kerangka kebijakan pengganti.

Pejabat AS juga kembali menegaskan penolakannya atas penggunaan cip buatan Huawei, perusahaan teknologi terkemuka asal China, yang memicu kemarahan dari Beijing.