Petronas mengakuisisi keseluruhan hak partisipasi pengelolaan blok North Madura lewat anak usahanya, PC North Madura II Ltd pada 2015. Raksasa migas Malaysia itu telah melakukan pengeboran eksplorasi untuk Bukit Tua East-1 pada 2016, Taubah-1 pada 2017 dan Hidayah-1 pada 2021.
Sumur yang dibor terakhir belakangan mendapat cadangan minyak dengan volume komerial untuk dikembangkan lebih lanjut. Sumur Hidayah-1 diperkirakan memiliki cadangan minyak sekitar 88,55 million stock tank barrel (MMSTB).
Adapun, Petronas belakangan meneken keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) untuk lapangan Hidayah pada akhir 2024.
“Keputusan ini melanjutkan keberhasilan penemuan cadangan minyak yang menjanjikan di WK Madura II pada 2021 lalu,” kata Redhani lewat keterangan resmi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menargetkan lapangan Hidayah bisa onstream pada kuartal I-2027. Rencanannya, puncak produksi (gross) dari lapangan Hidayah mencapai sekitar 18.000 barel minyak per hari (bopd).
Djoksis menambahkan pengembangan lapangan Hidayah bertujuan untuk memproduksi cadangan minyak hingga 2041. Pada tahap awal, laju produksi diharapkan berada pada kisaran 8.973 bopd.
Saat ini, Petronas melalui beberapa anak perusahaannya menjadi operator untuk Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Ketapang, North Madura II, dan North Ketapang, yang terletak di lepas pantai Jawa Timur, serta Wilayah Kerja Bobara, yang terletak di lepas pantai Papua Barat.
Petronas turut menjadi mitra untuk lima kontrak bagi hasil lainnya yang terletak di darat dan lepas pantai Sumatra, Laut Natuna, Jawa Timur serta Indonesia Timur.
Jalan Masuk Chevron
Pada perkembangan yang hampir bersamaan, raksasa migas Amerika Serikat (AS) Chevron Corp tertarik untuk kembali berinvestasi di sisi eksplorasi dan pengembangan blok migas Indonesia. Chevron dikabarkan tengah melirik sejumlah peluang pengembangan di lepas pantai Jawa Timur.
Minat Chevron itu mendapat momentum setelah Petronas berencana untuk melepas sebagian sahamnya di blok eksploitasi, North Madura II. Kendati demikian, Chevron belum menyampaikan detail rencana investasinya kepada otoritas hulu migas.
Hanya saja, SKK Migas menyebut rencana Chevron kembali ke hulu migas Indonesia kemungkinan bakal didahului proses akuisisi blok eksisting atau farm in di Jawa Timur. SKK Migas turut menawarkan blok eksplorasi di sisi utara Bali.
Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas Asnidar saat ditemui di sela perhelatan IPA Convex di ICE BSD, Selasa (20/5/2025).
“Chevron tertarik juga diarahkan untuk bisa bergabung di WK [wilayah kerja] di Jawa Timur. Hanya saja mereka, Chevron, mintanya yang porsinya cukup besar,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz.
Asnidar mengatakan saat ini terdapat sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang masih melakukan eksplorasi di wilayah Jawa Timur.
Termasuk di antaranya adalah Petronas dari Malaysia, BP Plc dari Inggris, serta Inpex Corp dari Jepang.
“Mungkin [Chevron mau] farm in dahulu ya,” sambungnya, meski menyebut SKK Migas masih belum mendapatkan detail kepastian mengenai rencana Chevron; apakah tetap bakal melakukan proses akuisisi blok atau joint study di Jawa Timur.
(naw/wdh)




























