Logo Bloomberg Technoz

Dari tahun sebelumnya, penurunan nilai mereda. Biro statistik menyebut harga rumah baru turun 4,55%, lebih rendah dari penurunan 4,99% pada Maret. Harga rumah yang sudah ada turun 6,76%, dibandingkan dengan penurunan 7,25% sebulan sebelumnya.

Data lain yang dirilis hari ini menunjukkan produksi industri berkembang lebih cepat dari yang diharapkan, meski penjualan ritel mengecewakan, menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi ekonomi China walaupun perang tarif dijeda selama 90 hari.

Para pemimpin China bulan lalu berjanji akan "mempersiapkan sepenuhnya" rencana darurat untuk menangkal guncangan eksternal yang meningkat. Pihak berwenang menegaskan kembali komitmen mereka terhadap program-program yang ada untuk membantu sektor properti, seperti merenovasi desa-desa perkotaan dan rumah-rumah kumuh, serta menyederhanakan kebijakan bagi pemerintah daerah untuk membeli rumah-rumah yang tidak terjual.

Para pejabat tinggi mengisyaratkan bahwa pemulihan sektor properti akan membantu melindungi negara ini dari kenaikan tarif AS. China sudah beralih ke kebijakan pro-konsumsi, termasuk upaya untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, memberi lebih banyak subsidi konsumsi, dan memperkuat jaring pengaman sosial.

"Kami yakin pemerintah sudah lebih bertekad untuk menghidupkan kembali sektor properti," kata Edward Chan, analis kredit dari S&P Global Ratings. "Hal ini akan menjadi kunci untuk mendukung kepercayaan konsumen, yang diidentifikasi oleh Beijing sebagai prioritas ekonominya."

(bbn)

No more pages