Harga emas dunia berhasil bangkit setelah jatuh pekan lalu. Sepanjang minggu lalu, harga terpangkas 3,62% secara point-to-point. Ini menjadi koreksi mingguan terdalam selama 6 bulan terakhir.
Jadi, faktor technical rebound kemungkinan adalah faktor di balik lesatan harga emas dunia pagi ini. Dengan koreksi yang sudah cukup dalam, emas kini sudah ‘murah’ dan kembali menarik di mata investor.
Selain itu, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) juga menjadi sentimen positif bagi harga emas dunia. Pada pukul 07:12 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) melemah 0,05% ke 100,769.
Dalam seminggu terakhir, indeks ini terpangkas 1%.
Perkembangan di Negeri Paman Sam membuat dolar AS lesu. Akhir pekan lalu, perusahaan pemeringkat (rating agency) Moody’s Rating menurunkan peringkat utang AS dari Aa1 menjadi Aaa. Pembengkakan defisit anggaran yang tanpa pertanda bisa diturunkan menjadi penyebab penurunan peringkat tersebut.
Saat defisit fiskal AS makin dalam, maka kebutuhan pembiayaan pasti meningkat. Pemerintahan Presiden Donald Trump diperkirakan kian masif dalam menerbitkan surat utang.
Akibatnya, pasokan dolar AS akan melimpah. Pada akhirnya, tercipta persepsi bahwa ‘harga’ dolar bakal makin murah.
Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika mata uang Negeri Adidaya terdepresiasi, maka emas jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.
(aji)
























