"Jadi terjadi slow reaction. Makannya Selasa, tapi reaksinya baru diketahui rabu Kamis dan Jumat," ujar Dadan.
Dia mengatakan saat ini pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani, dapur yang memasak semua makanan di Bogor, menutup sementara dapur. "Jadi ini peringatan buat mereka melakukan perbaikan," katanya.
Dadan menyebut pemerintah juga sudah memberikan bantuan kepada para korban. Namun, bantuan itu masih bersifat pribadi bukan dari BGN. "Jadi ada beberapa pasien yang kami datangin, bukan dari BGN lah sementara ini personal," kata dia.
Dadan belum menyampaikan dengan jelas maksud dari bantuan personal tersebut.
Kata dia, pihak BGN terus mengambil langkah-langkah korektif dan preventif agar insiden serupa tidak terulang, demi menjamin kualitas serta keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.
(dec/spt)






























