Logo Bloomberg Technoz

Pasokan batu bara yang melimpah juga membuat harga masih merah. Tahun lalu, produksi batu bara Indonesia mencapai 836 juta ton, 18% di atas target.

Sementara produksi batu bara China tahun ini diperkirakan mencapai 4,82 miliar ton.Naik 1,5% ketimbang 2024.

Buldoser memindahkan batu bara di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga batu bara untuk hari ini? Apakah level US$ 100/ton bisa tertembus?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara sudah masuk zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57,14. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun, perlu diwaspadai karena indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 87,73. Sudah di atas 80 yang berarti jenuh beli (overbought).

Sedangkan indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 0,88. Menunjukkan bahwa volatilitas harga batu bara cenderung rendah atau minim.

Dengan kenaikan yang sudah cukup pesat, ada kemungkinan harga batu bara bisa mundur teratur hari ini. Waspadai risiko koreksi, meski terbatas.

Target support terdekat ada di US$ 98/ton yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka target paling pesimistis adalah US$ 96/ton yang merupakan MA-20.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 106/ton. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 124/ton yang merupakan MA-200.

(aji)

No more pages