Petani AS telah memangkas penanaman kedelai tahun ini karena rasio harga yang lebih menguntungkan untuk jagung. Sementara itu, lebih banyak kedelai diperkirakan akan diolah menjadi bungkil dan minyak nabati di dalam negeri. Hal ini akan meningkatkan permintaan keseluruhan terhadap komoditas tersebut, meskipun meningkatnya persaingan pasokan dari Amerika Selatan melemahkan prospek ekspor AS.
USDA juga menyatakan bahwa stok akhir jagung AS akan mencapai 1,8 miliar bushel pada musim mendatang, bahkan lebih rendah dari perkiraan terendah para analis yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Namun, volume tersebut masih 27% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kontrak berjangka jagung sempat melonjak setelah laporan USDA dirilis, tetapi kemudian kembali turun dan menghapus kenaikannya.
Produksi jagung AS diperkirakan mencapai rekor tertinggi sebesar 15,8 miliar bushel, naik 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya karena peningkatan luas tanam dan hasil panen per hektare.
Kontrak berjangka gandum turun di Chicago karena USDA memperkirakan pasokan domestik yang melebihi rata-rata perkiraan analis.
Harga:
- Kontrak kedelai untuk pengiriman Juli naik 1,8% menjadi US$10,705 per bushel pada pukul 12:58 siang waktu Chicago.
- Jagung untuk pengiriman Juli turun 0,4% menjadi US$4,48 per bushel.
- Kontrak berjangka gandum untuk pengiriman Juli turun 1,2% menjadi US$5,155 per bushel.
(bbn)



























