Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan hanya akan berada dalam kisaran 4,95-5,05%. Perinciannya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 4,9-5% pada kuartal II-2025. Dalam kuartal ini, hari kedua dan periode libur panjang Idul Fitri membantu mendorong konsumsi, tetapi ekspor tetap melemah.

Pada kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,1-5,2%. Hal ini terjadi karena adanya puncak konsumsi domestik, tetapi ekspor stagnan.

Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5%. Hal ini terjadi karena belanja tutup tahun stabil tetapi ekspor belum pulih.

"Indonesia memulai 2025 dengan tantangan serius dari dalam dan luar negeri. Kuartal pertama mencatatkan pertumbuhan ekonomi hanya 4,87%, turun dari 5,11% pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini menunjukkan tekanan struktural yang perlu segera ditanggapi dengan reformasi kebijakan yang berani dan strategis," tegas Syafruddin.

Adapun Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit untuk ke arah 5,2% pada 2025.

"Dengan upaya keras percepatan belanja pemerintah terutama yang terkait program unggulan diharapkan semester II-2025 bisa lebih baik. Namun, dengan catatan ketegangan akibat perang tarif juga mereda," demikian David.

Negara-negara Tetangga

Lalu bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara? Apakah capaian 4,87% membuat Indonesia berada di posisi teratas?

Setidaknya Indonesia masih lebih baik ketimbang Malaysia. Pada kuartal I-2025, PDB Negeri Harimau Malaya tumbuh 4,4% yoy.

Namun sebagai catatan, ini adalah proyeksi awal. Data resmi akan dirilis pada 16 Mei mendatang.

“Pertumbuhan ekonomi Malaysia tetap kuat di tengah gejolak global. Ini karena kuatnya fundamental ekonomi domestik,” kata Mohd Uzir Mahadin, Kepala Perangkawan Malaysia, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Ilustrasi Malaysia. (Dok: Bloomberg)

Capaian Indonesia juga lebih baik ketimbang Singapura. Pada kuartal I-2025, ekonomi Negeri Singa tumbuh 3,8% yoy. Namun lagi-lagi, ini masih angka proyeksi dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI).

“Berdasarkan perkiraan awal, ekonomi Singapura tumbuh 3,8% pada kuartal I-2025. Melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yaitu 5%. Ini disebabkan oleh perlambatan di sektor manufaktur dan jasa-jasa yang terkait pasar luar negeri seperti keuangan dan asuransi. Ditambah dengan perlambatan permintaan eksternal,” papar keterangan resmi MTI.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sepertinya akan lebih baik ketimbang Thailand. Kementerian Keuangan Thailand memperkirakan ekonomi pada kuartal I-2025 sebesar 3,4% yoy.

Paopoom Rojanasakul, Wakil Menteri Keuangan Thailand, memperkirakan ekonomi kuartal II-2025 bisa tumbuh lebih cepat. Alasannya adalah program stimulus pemerintah, termasuk penyaluran dana melalui dompet digital yang bisa mendorong konsumsi rumah tangga.

Meski ‘menang’ lawan Malaysia, Singapura, sampai Thailand, tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kalah dengan Filipina. Pada kuartal I-2025, negara yang dipimpin Presiden Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong Marcos ini mencatat pertumbuhan ekonomi 5,4% yoy.

Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan perkiraan 5,7% yoy. Namun lebih tinggi ketimbang pencapaian kuartal sebelumnya yakni 5,3% yoy.

“Ada sinyal bahwa ekonomi masih memiliki daya tahan, seperti kuatnya permintaan domestik. Akan tetapi, permintaan global sedang tidak baik-baik saja dalam periode yang penuh volatilitas,” kata Rosemarie Edillion, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Filipina, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Ilustrasi Bendera Filipina (Sumber: SeongJoon Cho/Bloomberg)

Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 berada di peringkat 2 dari negara-negara ASEAN-5. Hanya kalah dari Filipina.

“Optimisme terus dijaga, didukung komitmen pemerintah dengan memastikan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) bekerja optimal dalam melindungi masyarakat, termasuk memastikan ekonomi tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam siaran pers.

- Dengan asistensi Dova Hasiana - 

(aji)

No more pages