Logo Bloomberg Technoz

Cue menilai kemajuan AI telah mengikis sebagian ancaman monopoli tersebut. Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, volume pencarian melalui Safari tercatat menurun — sebuah indikasi bahwa pengguna mulai beralih ke chatbot berbasis AI. Namun, DoJ berpendapat bahwa perubahan ini belum cukup cepat guna memperbaiki ketimpangan pasar yang sudah terjadi lama.

Cue mengaku khawatir jika kerja sama dengan Google dihapuskan. Menurutnya, Google tetap menjadi mesin pencari terbaik saat ini, dan tanpa kesepakatan itu, Apple tidak akan mendapat bagian dari trafik pencarian yang tetap mengarah ke Google.

Ia juga menyetujui analisis hakim bahwa kesepakatan dengan Google membuat Apple tidak terdorong mengembangkan mesin pencari sendiri. "Kami tidak bisa melakukan semuanya," ujar Cue, menambahkan Apple lebih memilih fokus pada produk dengan nilai tambah yang unik.

Meski demikian, Cue meyakini AI berpotensi mengubah lanskap ini. Apple memang tengah menjajaki integrasi pencarian berbasis AI, walau hingga kini belum ada yang benar-benar setara dengan mesin pencari konvensional. Ia menilai bahwa kombinasi AI berbasis model bahasa besar (LLM) dengan pencarian bisa mempercepat lahirnya pesaing baru yang efektif.

Cue tampak terbuka dengan usulan DOJ untuk menyindikasikan indeks pencarian Google agar perusahaan lain bisa berkembang. Ia menekankan bahwa industri teknologi bersifat dinamis, dan dominasi tidak selalu langgeng.

"Kami bukan perusahaan minyak atau pasta gigi. Teknologi bergerak cepat — 10 tahun lagi, bisa jadi iPhone tak lagi relevan," katanya. Menurutp, Cue mengatakan kepada hakim "Kita beruntung ada AI. Tanpanya, saya tidak tahu apa yang bisa kita lakukan. Sampai ada produk lain yang benar-benar kompetitif, orang akan terus menggunakan yang terbaik."

(prc/wep)

No more pages